Berita :: GLOBALPLANET.news

Kapolda Sumsel Irjen Pol. Drs. Firli, M.SI, saat berkunjungan ke Kabupaten Musi Banyuasin, Selasa (13/8/2019)/(FOTO: AMARULLAH DIANSYAH)

13 Agustus 2019 19:25:39 WIB

MUBA , GLOBALPLANET.news - Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Provinsi Sumsel saat ini menjadi perhatian khusus banyak pihak.

Sebab, di musim kemarau saat ini, Bumi Sriwijaya mulai dikepung kebakaran hutan dan lahan yang terjadi hampir di seluruh kabupaten-kota.

Berbagai cara dilakukan pihak terkait, mulai dari pencegahan, penanggulangan, hingga penindakan terhadap oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab yang menjadi penyebab terjadi kahutla di Provinsi Sumsel.

"Harus bersinergi apalagi sekarang musim kemarau. Kita sudah melakukan kegiatan, jika kita berbicara mengenai bencana alam tahap pertama yang dilakukan adalah mitigasi untuk mengurangi resiko bahaya kebakaran," ujar Kapolda Sumsel Irjen Pol. Drs. Firli, M.SI, dibincangi saat kinjungan kerja ke Kabupaten Musi Banyuasin, Selasa (13/8/2019).

Selain itu, pihaknya juga terus melakukan penyebaran maklumat larangan membuka lahan dengan cara membakar yang ditandatangani Kapolda Sumsel, Pangdam II SWJ dan Gubernur Sumsel.

"Isinya mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar karena ada UU No 41 tahun 1999 tentang Kehutanan. Bagi yang membakar hutan dengan sengaja dan menimbulkan kebakaran hutan maka ancaman hukumannya 15 tahun penjara," jelas dia.

Oleh karena itu, pihaknya terus mengajak masyarakat untuk turut serta membantu membuka lahan dengan cara tidak membakar. Sebab, jika cara tersebut dilakukan maka menimbulkan dampak kerugian yang besar, salah satunya menganggu kesehatan.

Disinggung apakah telah ada perorangan atau korporasi yang dilakukan pemeriksaan terkait kebakaran hutan dan lahan di Sumsel, Firli menuturkan telah ada dilakukan penyelidikan terhadap beberapa. "Sudah ada yang dilakukan penyelidikan, untuk perorangan sudah, namun untuk korporasi belum," tegas dia.

Sementara itu, Tim Pidana Khusus Reskrim Polres Musi Banyuasin mengamankan seorang pensiunan PNS berinisial YAR (61) warga Kelurahan Soak Baru Kecamatan Sekayu, Senin (12/8/2019).

Pelaku YAR diamankan lantaran diduga melakukan pembakaran terhadap lahan miliknya seluas 5 hektare yang berada di Jalan Sekayu-Pendopo Kelurahan Soak Baru, pada Kamis (25/7/2019) lalu. "Saat itu sekitar pukul 13.00 Wib, tim mendapatkan informasi terjadi kebakaran lahan," ujar Kasar Reskrim Polres Muba, AKP Deli Haris.

Dari informasi itu, dilakukanlah penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara. Dari hasil pemeriksaan saksi-saksi ditetapkanlah pemilik lahan yakni YAR sebagai tersangka. Serta diamankan pula barang bukti berupa dua buah karet ban dalam mobil warna hitam, kawat sisa ban luar mobil yang terbakar berbentuk gulungan, dua puntung / arang kayu bekas bakar.

Lalu, sisa abu ban yg terbakar, tiga pasang sepatu milik pelaku yang masih terdapat sisa abu bakaran yang menempel di sepatu. "Sudah kita tahan beserta barang buktinya dan kita proses hukum dengan pasal 187 Ayat (1) Jo Pasal 188 KUHPidana," tegasnya.

Reporter : Amarullah Diansyah Editor : AT Alam 127