Berita :: GLOBALPLANET.news

10 September 2019 19:17:00 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Dinas Pendidikan Sumsel mengambil langkah mengantisipasi terus memburuknya udara karena kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Sekolah diinstruksikan mengambil langkah seperti pengunduran jam atau merumahkan siswa jika kabut semakin pekat.

Dalam surat edaran tersebut menyebutkan sehubungan dengan perkembangan keadaan cuaca tidak menentu atau kabut asap yang melanda di sebagian wilayah Sumsel dan dapat mengganggu kesehatan dan kenyamanan proses belajar mengajar bagi peserta didik, maka Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan mengintruksikan hal-hal sebagai berikut, yakni ;

Bagi daerah yang udaranya normal belajar seperti biasa. Bagi daerah yang kategori sedang tetap belajar dengan ketentuan diundur jam masuk sekolah dan atau memakai masker. Bagi daerah kategori parah, maka kegiatan belajar fakultatif yaitu siswa diberi tugas sesuai dengan mata pelajaran yang seharusnya berlangsung untuk dikerjakan di rumah dan memaksimalkan kelas maya, sehingga tidak mengurangi jam dan hari dalam 1 tahun yang harus dilaksanakan. 

Kepala Disdik Sumsel, Widodo mengatakan, surat edaran ini diterbitkan untuk menindaklanjuti laporan dari BMKG yang menyatakan bahwa udara di Palembang sempat masuk dalam kondisi tidak sehat. Karena itu, pihaknya menunda waktu masuk jam sekolah dari semula 07.00 WIB menjadi waktu yang disesuaikan pada saat kondisi membaik. 

"Jika sampai pukul 10.00 WIB kondisi cuaca masuk belum membaik maka dilakukan sekolah maya atau sistem belajar online di rumah," katanya saat dihubungi, Selasa (10/9/2019).

Kebijakan ini dilaksanakan untuk di beberapa daerah yang menerima dampak dari Karhutla seperti, Palembang, OI, OKI, Banyuasin dan OKI. Ia menambahkan, aturan ini diberlakukan kepada SMA. Sedangkan, untuk PAUD hingga SMP, pihaknya berkoordinasi dengan Disdik Kabupaten/Kota setempat. 

"Kami juga mengimbau agar siswa dan guru menggunakan masker. Kami akan berkoordinasi dengan Dinkes untuk menyediakan masker tersebut," tutupnya. 

Reporter : Alwi Alim Editor : Zul Mulkan 102