loader

Sineas Muda Unjuk Gigi, 100 Film Dihimpun Untuk Musee Indie Fest

Foto

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Dinas Pariwisata yang berkolaborasi bersama Dewan Kesenian Palembang (DKP), Lembaga Komisi Film Pariwisata Palembang (PITFB) dan Komite Ekonomi Kreatif Kota Palembang (KEKRAF) serta beberapa komunitas film maker di kota Palembang berupaya untuk berperan serta dalam pengembangan industri Film Palembang

Mengambil tema Living in Harmony Kepala Dinas Pariwisata Kota Palembang, Isnaini Madani mengatakan, Living in Harmony ini diartikan di tengah kemajuan kemajemukan masyarakat yang penuh dengan perbedaan baik ras, budaya, agama dan keberagaman lainnya.

“Film pendek tentang pariwisata dan tradisi budaya Palembang, ini adalah kekayaan kita yang jika dikemas akan mengangkat pariwisata Palembang,” ujar Isnaini saat Launching Event Musee Indie Fest 2020, di Guns Cafe, Rabu (15/1/2020).

Sebanyak 100 film pendek dengan 3 genre yakni Drama, Dokumenter, dan Animasi akan diperlombakan. Peserta film bisa berasal dari Komunitas, Sekolah, dan Universitas dari berbagai Kota/Kabupaten bahkan film maker internasional.

"Khususnya film pendek seakan tidak mau kalah eksistensinya dengan film berdurasi panjang, fllm pendek saat ini semakin banyak diproduksi dan dinikmati para pecinta film di masyarakat Indonesia khususnya di kalangan mahasiswa dan pelajar. Bahkan tahun 2018 lalu Musee indie fest kedatangan peserta dari  Malaysia," katanya.

Para pemenang akan dibagikan menjadi 8 kategori lomba dengan hadiah yang diperebutkan total Rp65 juta. Pendaftaran dibuka mulai hari ini (15 Januari hingga 31 Mei 2020). Dengan menyerahkan karya film ke email museeindiefest@gmail.com, atau langsung datang ke Kantor Dinas Pariwisata Kota Palembang.

Isnaini mengatakan, pihaknya cukup percaya diri dengan potensi yang akan dihasilkan dalam event ini. Berkaca dari tahun lalu, meskipun ada asap, kenaikan tiket pesawat, tapi sektor pariwisata bisa menghasilkan pendapatan lebih besar Rp60 miliar dari 2018 dari hotel, restoran dan tempat hiburan.

“Tahun ini diharapkan bisa lebih dari itu penambahannya untuk PAD. Wisatawan mancanegara paling banyak dari Cina, Malaysia , Singapura,” jelasnya.

 

Share