loader

Debat Capres Mulai Dingin, Warga Biasa Pukul Orang Tua karena Beda Pilihan

Foto
Ilustrasi Pemilu 2024. (Foto: Istimewa)

PEMILU 2024 - semakin dekat yakni pada 14 Februari. Bagi anak muda yang sekarang disebut milenial dan gen z, 14 Februari adalah hari spesial yakni hari kasi sayang atau valentine.

Namun 14 Februari tahun ini dipastikan berbeda dan panas walau pun saat ini musim hujan. Karena masing - masing capres dan cawapres, walau pun sudah mulai mendingin pada debat terakhir, pada debat sebelumnya sangat panas.

Suhu panas dari debat menular panjang hingga ke warung kopi, pasar, pangkalan ojek, pos siskamling hingga ke media sosial.

Bahkan di grup amal kematian di WhatsApp pun juga panas. Masing-masing anggota grup hampir setiap saat berdebat hingga mengeluarkan kata-kata yang tidak layak diketik. Tidak sedikit juga anggota grup WA mengirimkan potongan video yang menyerang pribadi salah satu paslon. Padahal sumber isi video itu sangat diragukan. 

Tapi itulah politik Indonesia saat ini, ada yang mengistilahkan cinta (dukung) buta, sehingga menutup mata akan keburukan paslon yang didukung dan mengabaikan kebaikan paslon lain.

Pengalaman pada 2019 lalu, ada majelis siskamling yang malamnya biasa main gaple bareng, tidak saling tegur hingga berbulan-bulan setelah Jokowi dilantik. Pada 2024 sepertinya akan sama dan mungkin lebih dari itu.

Salah satu buktinya, seorang anak di Palembang dengan teganya menganiaya ayah dan ibu kandungnya terkait debat capres pada Minggu (5/2/2024). Penganiayaan karena debat ini terungkap setelah pasangan suami istri melaporkan anaknya berinisial A ke SPKT Polrestabes Palembang pada Senin (5/2/2024).

A dilaporkan memukul orang tuanya Marsup dan Nurmala Dewi usai menonton debat Capres di televisi, di rumahnya di kawasan SU I, Palembang, Minggu (4/2/2024) sekira pukul 22.00 WIB.

Akibat kejadian ini korban mengaku mengalami luka lebam bagian muka.

Menurut keterangan Nurmala kepada polisi, kejadian tersebut diawali dirinya, suami, dan terlapor (anak) bersama menonton debat capres di televisi. Diduga saling beda pendapat menjurus ke cek cok mulut.

Tidak ingin cek cok melebar Nurmala mematikan televisi lalu menyuruh terlapor pergi tidur. Diduga tidak terima membuat terlapor emosi dan memukul korban dan suaminya sehingga luka lebam di wajah. 

"Awalnya lagi nonton debat capres di televisi, kemudian cek cok mulut. Lalu saya mematikan televisi dan menyuruh anak tidur, tidak tahunya dia langsung memukul saya dan bapaknya," kata Nurmala kepada petugas piket SPKT.

Laporan dari korban sendiri sudah diterima di SPKT Polrestabes Palembang dan selanjutnya akan ditindaklanjuti Sat Reskrim. 

Share