loader

Warga Keluhkan Sungai Tercemar, Diduga dari Perusahaan Karet

Foto

BANYUASIN, GLOBALPLANET - Warga merasa rugi karena terpaksa menggunakan air tersebut untuk kebutuhan sehari-hari seperti mandi, mencuci dan masak. Akibatnya, tak sedikit masyarakat kena penyakit gatal-gatal, dan juga habitat ikan dan udang banyak mati sehingga penghasilan nelayan jadi turun.

"Oleh sebab itu, warga di sekitar itu mendesak Pemkab Banyuasin bertindak tegas karena perusahaan diduga telah melanggar aturan tentang lingkungan hidup," ujar Iswandi, Ketua Relawan Jaya Bersatu (RJB) Banyuasin, Senin (8/6/2020).

Berdasarkan pantauan di lapangan, bahwa lambah itu diduga berasal dari PT Bintang Agung Persada (BAP) yang beralamat di Jalan Tanjung Api-api KM 43 Desa Karang Anyar, Kecamatan Sumber Marga Telang.

"Kami minta Pemkab melakukan upaya hukum dan sanksi terhadap perusahaan yang sengaja merusak lingkungan," tegas Iswandi seraya menyebutkan telah mengecek langsung ke lokasi sungai yang dicemari limbah.

Sementara Kabid Pengendalian Kerusakan Lingkungan DLH Banyuasin Abas Kurib membenarkan sudah ada laporan masyarakat masalah limbah PT Bintang Agung Persada yang diduga mencemari sungai akan ditindaklanjuti.

Tapi dirinya tak menampik perusahaan tersebut sebelumnya juga bermasalah dengan limbah yang mencemari sungai tersebut. "Saat itu kita berikan teguran dan kolam limbahnya diperbaiki. Kadang-kadang memang ada perusahaan yang membandel limbahnya bermasalah," pungkas dia. 

Share

Ads