loader

Ajak Masyarakat Hibahkan Benda Sejarah

Foto

PALEMBANG, GLOBALPLANET.news - Kepala UPTD Museum Negeri Sumsel, H Chandra Amprayadi SH mengatakan, sejak dibangun 1978 dan diresmikan 5 November 1984, Museum Negeri Sumsel menjadi satu-satunya museum umum yang dikelola Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Sumsel.

Muesum etnografi ini telah menjalankan fungsinya sebagai tempat teraman bagi peninggalan bersejarah dengan melindungi benda-benda bersejarah serta menjadi sarana edukasi. 

"Museum negeri Sumsel telah memiliki 8.894 koleksi yang tersimpan di gedung pamer dengan total 1.025 yang dipamerkan dan sisanya ada di storage," kata Chandra ketika dibincangi, Jumat (30/10/2020).

Selama pengumpulan benda-benda sejarah, tim yang dibentuk Museum Negeri Sumatera Selatan selama dua tahun terakhir berkeliling ke daerah untuk melakukan pendataan masyarakat yang mempunyai peninggalan sejarah. Di sana tim memberikan pengarahan kalau barang bersejarah harus dipelajari dan dilestarikan. 

"Pernah ada suatu ketika kami mengunjungi warga di Lubuklinggau yang memiliki pusaka Kesultanan Palembang berupa pedang. Karena mereka tidak mampu merawat dan beranggapan keberadaan barang tersebut membawa nasib buruk, diserahkanlah ke museum, " jelasnya. 

Pengumpulan benda bersejarah di Museum Negeri Sumatera Selatan lebih mengutamakan hibah masyarakat dan memberikan pengarahan untuk memberikan benda bersejarah ke museum agar dapat dipelajari oleh generasi. 

Museum juga menerima hibah benda bersejarah dari masyarakat seperti guci, lonceng, sepeda, dan lain lain. Yang artinya sebagian masyarakat sudah paham betapa pentingnya benda bersejarah untuk dijaga. 

Salah satu diantaranya adalah tiang kemudi belakang kapal yang ditaksir berasal dari kapal abad ke-16, kemudi kayu ini sepanjang 7,8 meter dan berat sekitar 3 ton ini. Yang didapat museum dari seorang pengusaha resto/cafe di Jakabaring. 

Kini kemudi kapal tersebut telah menjadi bagian koleksi benda bersejarah yang dipajang di ruang pameran dengan background lukisan kapal di sungai. 

Tim survei yang dibentuk oleh Museum Negeri Sumatera Selatan terdiri dari tiga divisi yakni, Kurator, Konservator, dan Register. Yang melibatkan ahli sejarawan, arkeolog dan, pegiat sejarah. 

Kurator bertugas untuk pengelolaan koleksi dan penelitian, konservator merupakan orang yang paham tentang fisik benda bersejarah, kemudian register yang bertugas  mencatat benda-benda sejarah. 


Ruang pamer Museum Negeri Sumatera Selatan terbagi menjadi tiga ruang. 

Pada Gedung I, terdapat Galeri Malaka yang memperlihatkan sejarah Melayu di Sumsel, serta sejarah Malaka, ditemukan peralatan pra sejarah, berburu dan memasak, binatang purba yang masih ada sampai sekarang.

Kemudian di Gedung II, terdapat koleksi peninggalan Sriwijaya, seperti beberapa prasasti Kedukan Bukit menceritakan Dapu Dayang Taman Purbakala, Telaga Batu dan sebagainya.

Serta di Gedung III, terdapat koleksi kerajinan ukiran Terawangan, Palembang, dan perabotan rumah tangga, serta kain-kain khas Sumatera Selatan. Kemudian ada rumah limas yang beberapa dekade terakhir menjadi primadona pengunjung untuk berswafoto. 

Share

Ads