PALEMBANG, GLOBALPLANET - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Palembang resmi menjalin kerja sama dengan Satuan Pendidikan Non Formal (SPNF) Sanggar Kegiatan Belajar Kota Palembang, Rabu (21/1/2026).
Penandatanganan perjanjian yang berlangsung di Aula Lapas Kelas I Palembang ini menjadi wujud nyata komitmen kedua pihak dalam memberikan hak pendidikan kesetaraan bagi warga binaan, sekaligus menindaklanjuti program aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam pelaksanaan proses pembinaan dan reintegrasi sosial.
Melalui kerja sama ini, warga binaan akan mendapatkan kesempatan mengikuti program pendidikan kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C, yang setara dengan jenjang SD, SMP, dan SMA.
Selain itu, perjanjian juga mencakup pelaksanaan kegiatan pembelajaran, evaluasi, penilaian hasil belajar, hingga program pendukung lain yang disepakati bersama sesuai dengan ketentuan perundang - undangan.
Kepala Lapas Kelas I Palembang, M. Pithra Jaya Saragih menyatakan, bahwa pendidikan merupakan salah satu pilar penting dalam pembinaan.
"Kami percaya pendidikan adalah kunci utama untuk membentuk kembali masa depan warga binaan, dengan adanya program kesetaraan ini, mereka memiliki kesempatan untuk meningkatkan kualitas diri dan siap kembali ke masyarakat dengan bekal yang lebih baik," tegas Jaya.
Sementara itu, Kepala SPNF SKB Kota Palembang, Erika Marta Devi menyampaikan dukungan penuh terhadap program ini.
"Kami berkomitmen menghadirkan layanan pendidikan yang inklusif dan sesuai standar, Pendidikan kesetaraan bukan hanya soal akademik, tetapi juga membangun karakter, kepercayaan diri, dan keterampilan warga binaan agar siap menghadapi kehidupan baru," kata Erika.
Dengan adanya kerja sama ini, Lapas Kelas I Palembang ingin menunjukkan bahwa di balik tembok pemasyarakatan, warga binaan tetap memiliki hak dan kesempatan untuk belajar serta memperbaiki diri.
Pendidikan kesetaraan yang diberikan bukan hanya sekadar ijazah, tetapi juga menjadi bekal berharga untuk menata masa depan, membangun kepercayaan diri, dan kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik.
Harapannya, masyarakat dapat menerima mereka dengan tangan terbuka, melihat perubahan positif yang terjadi, dan bersama - sama menciptakan lingkungan yang lebih inklusif serta penuh harapan.
Ahmad Teddy Kusuma Negara











