PALEMBANG, GLOBALPLANET - Sijago merah kembali melahap dan menghanguskan bangunan rumah warga, tepat dinihari Kamis (12/2/2026) sekitar pukul 02.00 WIB ada 10 rumah ludes terbakar yang berlokasi di Jalan Abi Kusno Cokrosuyoso, Lorong Kemana, RT 47, RW 2, Kelurahan Kemang Agung, Kecamatan Kertapati, Palembang.
Berdasarkan informasi dihimpun dilapangan. Dari keterangan saksi Rudi Piantoni (41) yang rumahnya ikut terbakar mengatakan, bahwa saat rumahnya ikut terbakar dirinya sedang bekerja di pemotongan ayam, lalu sekitar pukul 02.00 WIB melihat ada api dari arah rumahnya.
"Saya melihat ada api sudah membesar dari arah rumah, sehingga langsung berlari kearah rumah sambil berteriak ada kebakaran meminta bantuan warga lainnya, namun saat itu api sudah membesar membakar rumah warga bernama Deti Kurnia," jelas Rudi.
Hal sama dijelaskan oleh saksi Yudi Irawan (54) bahwa saat itu melihat ada api dari samping rumah Deti namun api dengan cepat membesar. "Saya melihat ada api dari samping rumah Deti, Sudah membesar dan sulit untuk dipadamkan," ungkapnya.
Dari 10 rumah yang terbakar dan dihuni oleh korban atas nama Anto, Rudi, Asral, Holihah, Yihadi, Deti, Sukni, Hendri, Rusmi, Bot.
Sementara itu, Kapolsek Kertapati Palembang, AKP Angga Kurniawan saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa kebakaran yang meludeskan 10 rumah. "Iya benar, dan dari data dilapangan menurut saksi bahwa dugaan asal api muncul dari rumah korban Deti Kurnia (32)," ujarnya.
Menurutnya, setelah menerima adanya laporan kebakaran AKP Angga Kurniawan selaku Kapolsek langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) kebakaran dan berkoordinasi menghubungi petugas PBK Kota Palembang. "Kita ke TKP, memasang Police Line, meminta keterangan saksi - saksi di TKP," jelas dia.
Masih kata AKP Angga Kurniawan menjelaskan bahwa, api akhirnya berhasil dipadamkan setelah 8 unit mobil PBK Kota Palembang menyemprotkan air dibantu warga sekitar. "Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran tersebut, untuk penyebab kebakaran ini masih dalam proses penyelidikan," tandasnya.
Ahmad Teddy Kusuma Negara











