loader

Dunia Politik Indonesia Tidak Pernah Terlepas dari Peran Generasi Muda

Foto
Sumber Foto: Istimewa/Berdikarionline

BERBICARA - Berbicara tentang politik tentu bukan semata-mata hanya urusan orang dewasa atau tua. Keadaan politik di Indonesia saat ini memang sedang kacau. Hal ini bukan berarti generasi muda tidak bisa melakukan apapun untuk memperbaikinya. Mereka dapat mencari solusi dengan berpikir kritis untuk menyikapi permasalahan yang ada. 

Di negara yang demokratis tidak ada lagi pengekangan terhadap kekebasan berpendapat, negara menghargai setiap pendapat tanpa memandang ras, agama, atau usia. Jika melihat dari sejarah perjuangan bangsa tidak lepas dari peran generasi muda. 

Misalnya konflik yang pernah terjadi antara generasi muda dan generasi tua dalam nenentukan tanggal proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia. Di mana pada saat itu generasi muda menculik Ir.Soekarno dan Moh. Hatta ke Rengasdengklok untuk memaksa mereka menyusunan teks proklamasi tanpa adanya propaganda dari Jepang. 

Hal tersebut membuktikan bahwa generasi muda turut berperan besar dalam sejarah pepolitikan bangsa. Selain hal tersebut di atas, peran generasi muda dalam perpolitikan bangsa Indonesia juga dapat dilihat dari munculnya sumpah pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928 yang menjadi cikal-bakal kemerdekaan RI. 

Peran pemuda juga terlihat dalam berbagai partai nasionalis yang didirikan oleh kaum muda seperti Indiche Partij, Serikat Islam dan PNI. Masih jelas diingatan kita tentang berbagai peristiwa yang dipelopori oleh generasi muda. Pergantian orde lama ke orde baru, dan runtuhnya orde baru ke masa reformasi yang tidak terlepas dari peran generasi muda, sehingga tentu bukan hal yang aneh ketika generasi muda berbicara dan memikirkan politik. 

Sementara untuk perjuangan dan peran generasi muda saat ini tentu berbeda dengan masa orde lama atau pun orde baru. Peran mereka bukan lagi untuk mempertahankan kemerdekaan. Di masa reformasi pemuda diharapkan dapat menjaga nasionalisme dan kepekaan serta memiliki kemampuan kritis dengan keadaan masyarakat serta kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh pemerintah, tentang ketidakadilan, kemiskinan dan masalah sosial lainnya. 

Hal inilah yang sebenarnya menjadi tantangan generasi muda di tengah arus globalisasi yang tak jarang menimbulkan krisis moral dan identitas, sehingga diperlukan adanya pendidikan politik. Pendidikan politik dapat dilakukan dari lingkungan yang terkecil yaitu keluarga, lingkungan masyarakat atau pun melalui institusi pendidikan. 

Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran untuk berpartisipasi dalam menyikapi permasalahan bangsa dan juga kebijakan-kebijakan pemerintah. Dengan demikian, pemuda tidak acuh terhadap politik.

Politik sangat penting dalam proses pembangunan negara. Hal ini karena politik adalah sistem utama dalam sebuah negara, politik tidak akan bisa berdiri sendiri tanpa ada sistem yang lain. Sehingga apabila sistem politiknya masih kacau maka akan berpengaruh pada sistem ekonomi, hukum, HAM, sosial dan budaya juga akan kacau. Dengan demikian, perlu adanya pendidikan politik kepada generasi muda sebagai generasi politik untuk membangun bangsa.

Pada dasarnya politik tidak hanya dikuasai oleh kaum tua, generasi muda juga perlu belajar tentang politik sebagai generasi pembangun masa depan bangsa. Sehingga tidak berlebihan jika generasi muda adalah generasi politik masa depan. Seperti yang pernah diungkapkan oleh Ir.Soekarno “Berikan aku seribu pemuda!! Maka aku akan mengguncang dunia”. 

Dari kutipan kalimat tersebut, menunjukkan bahwa pemuda memiliki potensi untuk berperan dalam membangun bangsa bahkan perubahan dunia. Melihat sejarah bangsa yang begitu panjang yang tidak terlepas dari peran generasi muda menunjukkan bahwa sah-sah saja ketika mereka berbicara politik, memikirkan tentang permasalahan bangsa melalui berbagai macam kelompok diskusi. 

Masa depan bangsa berada di tangan generasi muda sebagai generasi politik, terlepas dari keadaan perpolitikan bangsa yang sekarang masih kacau. Sehingga generasi muda harus mempunyai konsep besar untuk membawa bangsa kearah yang lebih baik. Karena merekalah generasi penerus politik untuk membangun bangsa.

 


Penulis: Abdullah 
Mahasiswa Jurnalisme Politik FISIP UIN Raden Fatah Palembang  

 

 

Disclaimer: Artikel merupakan sebuah karya dari penulis, sehingga menjadi tanggung jawab penulis

Share

Ads