loader

Satu Pasien Meninggal Dunia, Hasil Swab Dinyatakan Covid - 19

Foto

OKU TIMUR, GLOBALPLANET.news - Pasien Covid-19 yang meninggal berinisial M, laki-laki, usia 65 tahun, berdomisili di Kecamatan Martapura.

"Memang benar ada satu pasien meninggal dunia, dinyatakan terkonfirmasi positif covid-19 berdasarkan hasil Tes Molekuler Cepat yang dilakukan oleh pelaksana di RSUD Tulus Ayu," ujar dia, Rabu (26/08/2020).

Sebelum meninggal dunia, pasien sempat dirawat di RSUD Martapura dengan penyakit penyerta infeksi paru maupun TB paru. Diambil sample dahak untuk dilakukan tes TCM oleh pihak RSUD Tulus Ayu. 

"Pasien meninggal dunia dini hari tadi, dan pagi harinya sudah dimakamkan dengan protokol covid-19 oleh pihak RSUD Martapura dan UPT Puskesmas Martapura," ungkapnya.

Sekarang Dinas Kesehatan beserta UPT Puskesmas Martapura sedang melakukan proses tracking kontak terhadap keluarga dan orang-orang yang pernah kontak fisik dengan pasien.

"Kita berharap,pihak keluarga bisa bekerjasama agar terbuka dan jujur tentang dengan siapa saja yang pernah kontak fisik dengan pasien. Sehingga bisa memutus mata rantai penularan covid-19," ungkapnya.

Yakub menambahkan, terkonfirmasi positif covid-19 di Kabupaten OKU Timur, hingga Rabu (26/8/2020)  terdapat sebanyak 29 kasus, namun kemungkian akan terus bertambah.

"Nanti malam, akan ada perkembangan lanjutan, kemungkinan akan ada penambahan terkonfirmasi positif covid-19. Dari data yang ada, ada penambahan sehingga totalnya 32 kasus. Kasus 29 dan 30, warga Martapura, kasus 31 warga Belitang Madang Raya, dan kasus 32 warga Madang Suku II,"imbunya.

Sementara, Direktur RSUD Martapura, dr Dedy Damhudi menambahkan, pasien kasus 29, masuk ke RSUD Martapura pada Rabu (19/82020), dengan keluhan infeksi paru. Selanjutnya, pada Senin (24/8/2020) dilakukan rapid test, hasilnya reaktif.

"Karena reaktif, sehingga dilakukan swab sebanyak dua kali. Sample swab dikirim pada Rabu (26/8/2020), sekitar pukul 03.00 Wib  ke RSUD Tulus Ayu, hasilnya langsung keluar dan dinyatakan positif covid-19," jelasnya.

Terhadap dokter dan perawat yang kontak fisik dengan pasien, direncanakan akan diliburkan selama 14 hari. Pelayanan di RSUD Martapura tetap berjalan seperti biasa, namun mungkin akan ada unit-unit pelayanan yang akan ditutup sementara.

"Saat pasien masuk ke rumah sakit, dokter dan perawatan yang mengurus pasien sudah menjalakan protokol pengamanan covid-19. Kami akan rapat hari ini, apakah perlu diliburkan dan apakah akan menutup sementara unit pelayana tertentu," tambah Dedy.

Share

Ads