OKI, GLOBALPLANET - Indri (29) seorang ibu rumah tangga asal Desa Awal Terusan mengatakan, berkurangnya isi gas LPG 3Kg diketahui saat dirinya mengganti gas kosong dengan yang baru. Berkurangnya isi gas LPG itu bisa dilihat dari kilometer regulator yang terpasang dalam tabung gas.
“Kalau benar penuh isinya, maka jarum pada regulator menunjukan full. Akan tetapi sudah beberapa kali ketika membeli gas dari warung, isi gas LPG selalu berkurang karena jarum regulator hanya menunjukan diangka 6 lebih dan tidak menunjukan full,” ungkapnya, Senin (31/8/2020).
Ia juga menjelaskan, dengan kejadian ini jelas dirinya merasa dirugikan, sebab gas akan lebih cepat habis lantaran isinya tidak sesuai. Justru dengan sedikitnya isi gas, otomatis dirinya harus membeli lagi gas dan menambah uang keperluan sehari-hari, ditambah dengan harganya mencapai Rp28 ribu ditempatnya.
"Biasanya jika isi gas LPG tidak berkurang, maka bisa digunakan hingga 10 hari. Akan tetapi setelah berkurang hanya bisa digunakan sekitar lima hari. Itupun juga sudah dirasa irit,” katanya.
Indri juga mengaku bingung harus menyampaikan keluhan terkait berkurangnya isi gas LPG 3Kg kepada siapa. Sebab warung yang menjual juga tidak tahu kondisinya. Pemilik warung hanya membeli lalu dijualnya dengan kondisi tabung gas sudah disegel.
Sebagai warga, Indri berharap Pemerintah Kabupaten OKI bisa menangani masalah ini, sehingga dirinya tidak dirugikan. Termasuk juga meminta kepada Pertamina yang mengeluarkan gas tersebut agar lebih teliti, jangan sampai gas yang berkurang isinya masih tetap diedarkan.
Karena pastinya ketika pengisian setiap gas, terutama yang tiga kilo ini ada ukurannya, maka ukurannya jangan sampai berkurang.S
"Saat ini banyak yang menggunakan gas 3 kilo, untuk itu kejadian ini harus segera ditangani, sehingga warga seperti kami tidak terus menjadi korban demi mendapatkan keuntungan,” katanya sembari menjelaskan bahwa hal yang sama dialami juga oleh keluarga dekat maupun tetangganya.











