LAHAT, GLOBALPLANET.news - Padahal, di jalan dibuka oleh Tentara Mandiri Masuk Desa (TMMD) dan para petani 19 tahun lalu itu merupakan akses jalan ribuan petani mencari rezeki.
Jalan usaha tani atau sering disebut jalan Pemlab di Desa Muara Gelumpai Kecamatan Muara Payang contohnya, kondisinya masih terjal berkelok. Padahal sudah ada cikal bakal jalan untuk ditingkatkan yang menghubungkan ke Desa - Desa dan Kecamatan Muara Payang dan Jarai itu untuk ditingkatkan.
Ribuan petani di desa Muara Gelumpai berharap jalan yang sudah dirintis oleh Petani dan TMMD itu, meski belum direncanakan akan dibangun, kami berharap Pemerintah terkait meminjamkan atau menurunkan alat berat seperti Moto Grader atau Doozer untuk meratakan jalan tanah agar petani bisa mengangkut hasil panen dan saat hendak bercocok tanam," kata Rizal (30) mewakili Petani di Kawasan Perkebunan di desa Muara Gelumpai dan desa Muara Payang Kecamatan Muara Payang. Rabu (9/9/2020)
Ditambahkan Rizal, para petani tak mampu untuk menyewa alat berat, dengan penghasulan rata-rata hanya 10-20 karung kopi per tahunnya, yqbg hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan.
"Kami berharap alat berat Pemerintah diturunkan untuk membantu para petani," harapnya
Bahkan, Pani (45) petani dari Kecamatan Jarai yang memiliki lahan perkebunan kopi di desa Muara Gelumpai mengungkapkan, sanggup untuk bergotong royong membelikan bahan bakar alat berat, apabila pemerintah mengabulkan harapnya untuk memasukan alat untuk memperbaiki jalan pertanian.
"Kami semua sudah berusaha meratakan jalan dengan alat seadanya namun kalau menggunakan alat berat akan lebih membantu kami," sampainya.











