OKU TIMUR, GLOBALPLANET - Bagi Ketua Komisi IV DPR RI, yang juga putri Presiden RI ke 2, Siti Hediati Soeharto, berkunjung ke OKU Timur serasa melakukan napak tilas dan mengenang masa kepemimpinan sang ayah.
Mengingat dimasa menjabat Presiden RI ayahnya dua kali berkunjung ke daerah ini saat OKU Timur masih tergabung dengan OKU.
"Ayah saya (Pak Soeharto) saat menjadi Presiden RI dua kali berkunjung disini tapi saat itu masih Kabupaten OKU sehingga saya merasa melakukan napak tilas ke daerah ini,"ujarnya.
Kehadiran Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto SE, bersama Menko Pangan RI Dr (h.c.) H Zulkifli Hasan SE MM, Kapolri Jenderal Pol Drs Listyo Sigit Prabowo MSi, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) H Arief Prasetyo Adi, ST MT PhD (h.c.), serta Direktur Utama Bulog Letjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani SSos SH MHan, dalam rangka Panen Raya Jagung Serentak kuartal III, 2025.
OKU Timur, Sumatera Selatan (Sumsel) ditetapkan sebagai pusat pelaksanaan Panen Raya Jagung Serentak kuartal III 2025. Kegiatan ini dipusatkan di Desa Negeri Ratu, Kecamatan Bunga Mayang, Sabtu (27/09/2025) dan diikuti serentak oleh seluruh provinsi di Indonesia.
Acara ini juga dihadiri Gubernur Sumsel H Herman Deru SH MM, Kapolda Sumsel Irjen Pol Andi Rian R Djajadi SIK MH, Bupati OKU Timur Ir H Lanosin, M.T., MM, serta jajaran Forkopimda.
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, mengungkapkan komitmen Polri mendukung program swasembada pangan 2025. Polri menargetkan penanaman jagung di lahan seluas 1 juta hektare.
“Sampai sekarang kami sudah mendapatkan pembebasan lahan seluas 819.081 hektare, di mana 483.822 hektare di antaranya sudah ditanami. Pada panen kuartal III ini, panen dilakukan di lahan seluas 166.512 hektare dengan estimasi produksi 751.448 ton hingga akhir September,”terangnya.
Untuk di Sumsel, panen raya berlangsung di lahan seluas 52 hektare. Secara nasional, panen serentak dilaksanakan di lahan seluas 1.788 hektare dengan estimasi hasil 7.153 ton.
Sementara Kapolda Sumsel Irjen Pol, Andi Rian R Djajadi melaporkan, sepanjang 2025 panen jagung di Sumsel dari kuartal I hingga III mencapai 25.952,52 hektare dengan total produksi 137.035,5 ton.
“Untuk panen raya kali ini, Polda Sumsel bersama jajaran memanen 52 hektare dengan hasil sekitar 271,4 ton. Khusus di OKU Timur, panen dilakukan di Desa Sabahlioh dan Negeri Ratu seluas 25 hektare dengan produksi 150 ton, melibatkan 259 kelompok tani,”ujarnya.
Lebih lanjut dia menambahkan, Polda Sumsel telah mengoperasionalkan lima mesin pengering jagung berkapasitas masing-masing 10 ton. Pada 2026, akan ditambah 21 unit mesin pengering baru di sentra produksi jagung.
Selain itu, Polda Sumsel menyalurkan 300 paket bantuan sosial bagi kelompok tani serta 15 unit mesin pipil jagung serbaguna dari Kapolri untuk petani binaan.
Sedangkan Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto, menyampaikan pesan Presiden Prabowo Subianto tentang percepatan swasembada pangan.
“Presiden menegaskan Indonesia harus segera mencapai swasembada pangan dan tidak bergantung pada impor. Bahkan dalam pidatonya di PBB, beliau menyampaikan Indonesia sudah swasembada beras dan siap membantu negara lain,” katanya.
Menurutnya, produksi jagung nasional periode Januari–Agustus 2025 mencapai 11,18 juta ton, dari jumlah tersebut, sekitar 2,7 juta ton merupakan kontribusi langsung Kapolri dan jajaran yang terlibat mendampingi petani di seluruh Indonesia.
"Saya berharap Polri jajaran terus melakukan pendampingan kepada petani, memberi semangat untuk menanam jagung," katanya.
Bupati OKU Timur, Ir, H, Lanosin, MT, MM menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan pemerintah pusat menjadikan daerahnya sebagai lokasi pusat panen raya nasional.
“Ini membuktikan OKU Timur sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Untuk padi, kita berada di peringkat 8 nasional. Sedangkan untuk jagung, OKU Timur memiliki lahan tanam terluas di Sumsel sekitar 19.000 hektare, dengan produksi mencapai 125 ribu ton per tahun,”katanya.(dadang dinata)










