PALEMBANG, GLOBALPLANET - Adanya rencana sistem satu arah di Jalan AKBP Cek Agus, akan diuji coba pada Kamis (2/10/2025) pagi.
Kasat Lantas Polrestabes Palembang, AKBP Finan Sukma Paradipta mengatakan terkait dengan rencana ada sistem satu arah di Jalan AKBP Cek Agus ini merupakan menindaklanjuti arahan bapak Gubernur Sumsel Herman Deru dan Walikota Palembang Ratu Dewa.
"Rencananya sistem satu arah akan dilaksanakan dari Jalan simpang Golf simpang Pakri menuju simpang Patal, jadi akan kita uji coba dari pukul 06.00 WIB hari Kamis (2/10)," katanya diwawancarai dikantornya, Rabu (1/10/2025) siang.
Selanjutnya, sistem ini masih tahap uji coba nanti akan melihat efek atau dampaknya dari uji coba tersebut. "Nanti akan kita evaluasi kalau memang nanti ada hasil yang perlu kita evaluasi, akan kita laporkan kepada bapak Gubernur dan Walikota nantinya sebagai tindak lanjut seperti apa," jelas AKBP Finan.
Lebih jauh AKBP Finan mengatakan, sistem akan kita uji coba full selama 24 jam sembari melihat jam - jam padat dihari kerja dan juga hari libur. "Nanti setelah ada data yang kita terima kita bisa melihat dan mengevaluasi untuk penerapan kedepannya," ujar dia.
Lalu, sambung AKBP Finan mengungkapkan bahwa masyarakat yang akan menuju kearah simpang Patal bisa melewati di Jalan Angkatan 66, Jalan Ampibi, Jalan Mayor Salim Batubara, Jalan Gresik, bisa tembus ke Jalan Mayor Ruslan, Kampus IBA.
Jalur lainnya juga bisa melewati Jalan MP Mangku Negara maupun dari Pasar Lemabang. "Memang kalau dilihat sedikit melambung atau sedikit jauh tetapi memang ini beban di Jalan AKBP Cek Agus cukup berat," ujarnya.
Kemudian, dilihat dari volume kendaraan cukup luar biasa, dan trouble spot yang ada di jalan tersebut cukup banyak adanya battle net dan u turn putaran disana. "Sehingga analisa dari kami forum lalu lintas dimana pada rapat dipimpin Kadishub Provinsi dan Kadishub Kota, kita untuk melakukan sistem satu arah di Jalan AKBP Cek Agus," tambah AKBP Finan.
Namun pastinya, rekayasa ini dilakukan untuk memperlancar ataupun melihat situasi lalu lintas yang cukup padat. "Ini sudah cukup lama dibahas di forum lalu lintas dan Minggu ini baru kita bisa realisasikan dalam hal uji coba terlebih dahulu, tapi jika memang berdampak lebih banyak otomatis kita tidak bisa laksanakan karena akan berdampak kemacetan titik yang lebih banyak lagi," tandasnya.
Ahmad Teddy Kusuma Negara










