PALEMBANG, GLOBALPLANET - Peristiwa adanya percobaan penculikan terhadap siswi di SMPN 30 Palembang pada Jumat (31/10/2025) lalu sekitar pukul 06.30 WIB di Jalan Panjaitan, Lorong Pegagan, Kecamatan SU II, Palembang, Ternyata setelah diselidiki pihak Polrestabes Palembang tidak benar.
Hal ini dikatakan Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Harryo Sugihhartono menjelaskan bahwa, dari rangkaian cerita yang ada kita runtut mendasari barang bukti yang ada di lapangan, baik dari kesaksian berbagai pihak - pihak. "Hingga pada akhirnya menimbulkan cerita itu tidak benar," kata Kombes Pol Harryo Sugihhartono, Kamis (6/11/2025) di Polrestabes Palembang.
Lanjutnya, fakta yang sebenarnya adalah memang benar Elsa mau berangkat ke sekolah kemudian pada pagi hari itu memang disapa oleh seseorang yang tidak dia kenal sehingga membuat dia kembali lagi kerumahnya. "Namun, sapaan itu bukan yang sifatnya tentang ancaman penculikan," jelas dia.
Masih katanya, kemudian Elsa kembali lagi berangkat ke sekolah dan bertemu dengan teman - temannya. Lalu ditanya kenapa datang terlambat, dan temannya menyampaikan kepada guru.
"Pada saat penyampaian itulah sudah mulai ada informasi tidak benar, yang mana informasi bersangkutan didatangi orang, diberikan alat suntikan akan disuntik, kemudian terjadi perlawanan, ditambah lagi injak kakinya sehingga suntikan terjatuh, dia lari, itu tidak terjadi," tambah Kombes Pol Harryo.
Oleh karena itu, setelah Kepolisian merangkai cerita yang ada dari tempat kejadian perkara (TKP) awal hingga akhir kita ikuti, telusuri, "Ternyata kita mendapatkan keterangan - keterangan yang tidak benar, bahkan akhirnya kita bertanya kepada orang tua bersangkutan," ungkap dia.
Sehingga, lanjut Kombes Pol Harryo bahwa Elsa ini tinggal dengan bibi dan neneknya. "Setelah cerita kita dalami dan tanyakan langsung kepada orang tuanya di Ogan Ilir pada cerita peristiwa yang sebenarnya dan informasi itu ternyata tidak benar. Hingga pada akhirnya orang tuanya meminta maaf memberikan testimoni atas informasi yang tidak benar oleh anaknya tersebut," tuturnya.
Lebih jauh Kombes Pol Harryo menyatakan bahwa ini tidak ada laporan hanya saja pihak Polrestabes Palembang proaktif menindaklanjuti informasi dari masyarakat. "Kita proaktif namun ternyata informasi ini tidak benar, kita mencoba meluruskan. Karena sebelumnya ada juga kasus serupa dengan testimoni berupa Voice Note yang memang juga tidak benar," tegas dia.
Kombes Pol Harryo Sugihhartono juga berharap ini menjadi edukasi kepada masyarakat supaya tidak mudah percaya dengan informasi yang membutuhkan semacam kejelasan. "Laporkan terlebih dahulu kepada Kepolisian agar diselidiki kebenarannya," katanya.
Dari video cctv dari pihak - pihak lainnya juga itu tidak benar, karena setelah kita datangi memang betul mobil grab orangnya ada dan penumpang perempuan. Lalu, satu mobil lagi kita datangi ternyata tetangganya sekitar sana yang memang kebetulan ada di sekitar TKP.
"Beberapa pihak yang kita lakukan pendalaman menjelaskan tidak ada informasi seperti yang diberitakan," tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, Percobaan penculikan membuat geger warga di Jalan Panjaitan, Lorong Pegagan, Kecamatan Seberang Ulu (SU) II, Palembang, Jumat (31/10/2025) sekitar pukul 06.30 WIB, terhadap siswi kelas 1 SMPN 30 Palembang.
Korban diketahui bernama Elsa (12) warga Jalan K. Anwar Mangku, Lorong Asli, Kelurahan Sentosa, Kecamatan SU II, Palembang.
Setelah kejadian menimpanya tersebut membuat korban trauma mendalam, apalagi pelaku memang tidak dikenal oleh korban yang hendak menculiknya.
Saat dikonfirmasi, Kapolsek SU II, Kompol Dedi Ardiansyah membenarkan adanya peristiwa ini. Dedi mengatakan, bermula saat korban dalam perjalanan pergi sekolah di SMPN 30 Palembang sekitar pukul 06.30 WIB.
"Saat di Tempat Kejadian Perkara (TKP), korban dihadang oleh 3 orang tidak dikenal," katanya diwawancarai diruang kerjanya, Jumat (31/10).
Lebih jauh Kompol Dedi menjelaskan, 3 orang laki - laki yang menghadang korban, 2 orang menggunakan mobil Avanza dan 1 orang lagi menggunakan motor. "Lalu pelaku yang berada di belakang mau mengajak korban untuk naik mobil namun korban tidak mau," jelasnya.
Lebih jauh Dedi menjelaskan bila pelaku yang di depan korban membawa suntikan hendak menyuntik tangan korban, akan tetapi korban berontak dan suntikan pelaku terjatuh.
"Sedangkan pelaku yang di belakang korban memukul bahu korban dengan menggunakan kayu tapi tidak terlalu kuat, kemudian pelaku yang di depan korban menarik tangan sebelah kiri untuk menaiki mobil," bebernya.
Selanjutnya, korban lalu menginjak kaki pelaku dan pelaku melepaskan tangan. Dengan cepat korban berhasil melarikan diri ke sekolahnya, "Setelah kejadian, kita perkirakan mobil pelaku masuk dari arah luar TKP dan lari ke arah luar Jalan Di panjaitan," ujar Kompol Dedi.
Sementara itu, ciri - ciri pelaku yang ada di depan korban menggunakan pakaian baju hitam, topi hitam, dan pakai masker hitam serta memakai kaca mata warna hitam. Dan pelaku yang berada di belakang menggunakan jaket warnah hitam pakai penutup kepala.
"Kita telah memintai keterangan saksi dari pihak sekolah dan juga orang yang melihat mobil H. Edi Alsupi, Untuk sekarang kita sedang melakukan pengecekan CCTV di seputaran TKP, khususnya di Mushala Darul Falah," tutupnya.
Ahmad Teddy Kusuma Negara










