OKU TIMUR, GLOBALPLANET - Dengan evaluasi, yang dilaksanakan oleh DPPKB OKU Timur,
diharapkan ada progres yang lebih baik lagi dalam upaya penurunan stunting di Bumi Sebiduk sehaluan.
Demikian diungkapkan Wakil Bupati (Wabup) OKU Timur sekaligus Ketua TPPS, HM, Adi Nugraha Purna Yudha, SH, saat
Rapat evaluasi pelaksanaan Tim percepatan penurunan stunting 2025, yang dilaksanakan oleh DPPKB OKU Timur yang berlangsung di Aula Bappeda Litbang setempat pada Kamis (18/12/2025).
Urusan penurunan stunting ini tidak gampang bahkan ada anggapan tidak mungkin angka stunting akan nol. Tapi tentu kita harus tetap berkoordinasi melalui Tim Pendamping Keluarga(TPK) Bidan, Kader KB, Kader PKK terus berupaya melakukan kegiatan penurunan angka stunting tapi msh ada peningkatan kita jangan salahkan siapa-siapa"terangnya.
Stunting itu memang harus diperangi agar anak-anak berkembang dengan baik. "Kita sadar penurunan stunting masih sulit dilakukan itu tentunya banyak faktor yang menuntut kita harus berkerja maksimal dan sampai sekarang masih banyak PR kita semoga dengan adanya kegiatan evaluasi ini ada progres penurunan angka stunting,"terang Yudha.
Jika sudah berhubungan dengan pola pikir petugas harus lebih bersabar contohnya sudah dibuatkan jamban tapi masyarakat masih lebih suka memilih buang air besar di sungai. Tentu ini menuntut petugas harus lebih bisa meyakinkan jika buang air besar di jamban itu lebih baik,katanya.
Contoh lain ada bantuan telur dan susu yang mengkonsumsinya bukan anak tapi orang tuanya, dengan alasan anaknya tidak mau makan telur dan meminum susu. "Tapi kita berkomitmen anak-anak OKU Timur sehat dan bisa menjadi generasi yang berkualitas,"ungkapnya.
Sementara itu Kepala DPPKB OKU Timur, H, Zaenal Abidin, SSiT, MM didampingi Kabid Pengendalian Penduduk, H, Berori, SKM, MM, Kabid Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga (K3) H, Muhlisin, SKM, MM, menambahkan, dengan pertemuan akan diketahui bagaimana hasil kerja petugas apakah ada peningkatan maupun penurunan dalam penanganan stunting di OKU Timur.
"Selain evaluasi diharapkan tim bisa meningkatkan pelayanan jika memang perlu dievaluasi sebaiknya kita lakukan diskusi untuk penanganan stunting,"jelasnya.(dadang dinata)











