OKU TIMUR, GLOBALPLANET - Selama 2025 Satuan Reserse Narkoba Polres OKU Timur, Polda Sumsel, berhasil menangkap 87 pelaku tindak pidana penyalahgunaan Narkoba.
Dengan rincian 14 pelaku serta barang bukti 1180,5 butir ekstasi. Empat pelaku dengan barang bukti ganja seberat 3,920,69 gram, 69 pelaku dengan barang bukti sabu 1,347,15 kilogram.
Dilihat dari jumlah pelaku yang ditangkap pada 2025, mengalami penurunan jika dibandingkan dengan 2024, sebanyak 90 orang. Namun, jumlah barang bukti yang disita justru meningkat. Pada tahun sebelumnya Satres Narkoba Polres OKU Timur hanya berhasil menyita barang bukti sabu seberat 249,8 gram; ekstasi 56,5 butir.
Sedangkan untuk barang bukti Narkotika jenis ganja yang disita pada 2025, seberat 3,920,69 gram maupun mengalami penurunan dibanding tahun 2024, sebanyak 35,905 kilogram.
Kapolres OKU Timur, AKBP Adik Listiyono SIK didampingi Kasat Narkoba, AKP Guntur Iswahyudi, mengatakan, menurunnya jumlah pelaku tindak pidana Narkotika yang ditangkap pada 2025, menjadi indikatorpenyalahgunaan narkoba di OKU Timur telah berkurang.
“ini membuktikan seluruhjajaran khususnya Satres Narkoba Polres OKU Timur, anggotanya benar-benar bekerja dengan baik dalam menekan angka peredaran dan penyalahgunaan Narkoba di daerah ini,”terangnya.
Meskipun demikian, pihaknya akan terus memerangi peredaran Narkoba dengan melibatkan dan berkolaborasi bersama Pemerintah Daerah OKU Timur, masyarakat serta pihak-pihak terkait lainnya.
“Tentu kami tidak berpuas diri dengan pencapaian di 2025 ini. Kami belum sempurna tapi tidak putus asa. Kami bertekad untuk terus berbenah,”tegasnya.
Kapolres juga mengingatkan masyarakat agar tidak terlibat dalam penyalahgunaan Narkona. Karena itu berbahaya dan merugikan diri sendiri serta jeratan hukuman yang berat.
Sementara, Kasat Narkoba, AKP Guntur Iswahyudi, SH, menambahkan, ia dan jajaran yang dipimpinnya akan terus melakukan pengungkapan tindak pidana Narkotika khususnya di OKU Timur.
“Seperti yang disampaikan Pak Kapolres, kita tidak berpuas diri dengan hasil kinerja di 2025. Kita akan berbenah agar kinerja pada 2026 bisa lebih baik lagi,”jelasnya.(dadang dinata)










