loader

Peristiwa Keributan Dua Kelompok Menjadi Atensi Polrestabes Palembang 

Foto

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Peristiwa dua kelompok yang terlibat saling serang sambil membawa senjata tajam (Sajam) di Jalan Angkatan 45, tepatnya didepan PS Mall, Kelurahan Lorok Pakjo, Kecamatan IB I, Palembang, Selasa (6/1/2026) sekira pukul 14.30 WIB menjadi atensi Polrestabes Palembang.

Hal ini diungkapkan Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Sonny Mahar Budi Adityawan. "Saya menegaskan kembali, peristiwa tersebut menjadi atensi kami," tegasnya saat diwawancarai, Rabu (7/1/2026) pagi.

Lanjutnya bahwa, saat ini kedua belah pihak juga telah membuat laporan pengaduan. Ada yang melapor di Polsek IB I dan SPKT Polrestabes Palembang, "Saat ini anggota sedang dilapangan guna mendalami peristiwa ini," katanya. 

Sementara terduga pelaku apakah sudah diketahui, Kombes Pol Sonny menjelaskan jika ada beberapa pelaku sudah teridentifikasi. "Iya sudah ada yang teridentifikasi dan masih dalam pengejaran," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Diduga dipicu rebutan lahan parkiran, dua kelompok terlibat saling serang sambil membawa senjata tajam (Sajam) di Jalan Angkatan 45, tepatnya didepan PS Mall, Kelurahan Lorok Pakjo, Kecamatan IB I, Palembang, Selasa (6/1/2026) sekira pukul 14.30 WIB.

Mengakibatkan seorang pria bernama M Billy Putra Pratama (31) warga Jalan RE Martadinata, Kelurahan 2 Ilir, Kecamatan IT II, Palembang, mengalami luka bacok di sekujur tubuhnya dan harus dilarikan ke rumah sakit AK Gani. 

Korban luka bacok di tangan kanan, jari tengah kanan putus, jari telunjuk nyaris putus, luka bacok di lengan sebelah kiri, luka bacok di kepala dan luka tusuk di paha sebelah kiri dua lobang.

Diwakili orang tuanya korban membuat laporan ke SPKT Polrestabes Palembang, Selasa (6/1) malam. Bachril mengatakan jika mengetahui anaknya menjadi korban pengeroyokan dan telah dibacok orang saat diberitahu istrinya. 

"Anaknya saya saat itu sedang berada di TKP lalu tiba - tiba datang sekelompok orang langsung menyerang menggunakan senjata tajam, anak saya berusaha menyelamatkan diri namun saat lari terus dikejar terjatuh dan saat itu lah anak saya dibacok beberapa orang bersamaan," katanya menirukan pengajuan anaknya dirumah sakit.

Lanjutnya, bahwa anaknya setahunya bekerja sebagai penagih retribusi dikawasan pasar 16 Ilir, sekaligus berdagang angkringan. "Setahu saya anak saya tidak ada permasalahan dengan orang lain," jelas dia.

Ahmad Teddy Kusuma Negara

Share