loader

Tidak Semua Sekolah, Belajar Tatap Muka akan Dilakukan Bertahap

Foto

PALEMBANG, GLOBALPLANET - "Nanti kita akan ada simulasi (sekolah KBM) dalam arti tidak semua sekolah langsung buka. Kita memilih sekolah jadi berangsur akan kita buka lagi. Apakah awalnya SMP atau SD dulu. Sistemnya shift-shift dengan wajib protokol kesehatan," ujarnya usai rapat dengan Wali Kota Palembang, Senin (21/12/2020).

Kendati masih butuh koordinasi bersama Disdik Sumatra Selatan (Sumsel) dan Pemerintah Daerah, ia menegaskan kemungkinan KBM tatap muka akan berlangsung secara bertahap, walau untuk kepastian tanggal masuk pihaknya belum dapat memastikan.

Segala kebijakan yang ditetapkan secara menyeluruh adalah kewenangan dari pemerintah daerah masing-masing.

"Masih koordinasi dengan provinsi jangan sampai SD dan SMP masuk tapi SMA belum masuk, nanti malah bermasalah lagi. Besok kita rapat lagi untuk menentukan keputusan. Kita akan memilih sekolah yang betul-betul memiliki kesiapan, tanggalnya belum tahu," tegasnya. 

Wali Kota (Wako) Palembang Harnojoyo menerangkan, dengan segera Pemkot Palembang akan menindak lanjuti soal kebijakan KBM dengan rapat bersama mengundang kepala sekolah dan wali murid. Jadi sekolah boleh dibuka kembali asal ketentuan pertama sistem shift.

"Misal kelas 1 SD hari Senin, besoknya kelas 2, begitu seterusnya. Dalam seminggu ada dua kali pertemuan masing-masing kelas yang diatur juga kesiapan dari Kepala Sekolah terkait protokol kesehatannya," kata orang nomor satu di Palembang itu.

Ia melanjutkan, langkah yang diambil Pemkot Palembang merupakan bentuk tindak lanjut dari Surat Keputusan Bersama (SKB) empat menteri terkait pembelajaran tatap muka pada Januari 2021 memberikan kewenangan pembukaan satuan pendidikan kepada kepala daerah masing-masing.

"Kemungkinannya Januari, tapi tidak harus ditanggal 2 Januari. Kita lihat nanti pastinya, sekarang kami masih perlu melakukan koordinasi dengan banyak pihak, seperti Kepala Sekolah, wali murid dan Diknas Provinsi Sumatera Selatan, tentunya," jelasnya. 

Harnojoyo menambahkan, untuk mengantisipasi Covid-19 di lingkungan sekolah, pihaknya akan membentuk relawan dari Aksi Cepat Tanggap (ACT) dengan melibatkan OSIS untuk mengawasi, mengingat kesehatan ini penting untuk bersama sehingga dengan mengedepankan protokol kesehatan.

"Sekolah juga harus ada fasilitas cuci tangan, pakai masker dan paling penting menghindari kerumunan. Termasuk jam masuk juga  diatur, lokal 1A jam sekian, pulangnya juga diatur sehingga tidak ada kerumunan," ujar Harno

 

Share

Ads