Berita :: GLOBALPLANET.news

(Ilustrasi: Ist)

03 Agustus 2020 16:13:31 WIB

PALI, GLOBALPLANET - Menjelang pilkada serentak 9 Desember 2020, di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mulai memanas. Beredar dua surat rekomendasi dukungan dari partai yang sama dengan calon yang berbeda.

Devi Harianto berpasangan dengan Darmadi Suhaimi, keduanya mengklaim diusung dari koalisi partai Demokrat dan Partai Amanat Nasional (PAN), serta Hanura. Devi Harianto diketahui merupakan kader Partai Demokrat yang juga sekaligus Ketua DPC Partai Demokrat PALI. Sementara Darmadi Suhaimi, merupakan Sekretaris DPD PAN Kabupaten PALI. 

Namun, dua hari terakhir publik PALI dikejutkan dengan adanya surat rekomendasi dukungan dari PAN yang tanggalnya jauh lebih tua telah menyatakan mendukung  pasangan bakal calon petahana, Heri Amalindo - Soemarjono.

Surat yang ditandatangi langsung Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan dan Eddy Soeparno selaku Sekjen DPP PAN itu keluar pada tanggal 31 Maret 2020 dengan nomor surat PAN/A/Kpts/Ku-SJ/022/III/2020 tentang persetujuan pasangan calon bupati dan wakil bupati kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir. 

Terkait hal itu, Novaldo Alqudsi, Ketua DPD PAN Kabupaten PALI belum bisa memberikan komentar saat media ini konfirmasi kepada dirinya via pesan WA.

Menanggapi hal itu, Darmadi Suhaimi tidak mau memberikan komentar banyak. Melalui pesan WA, politisi PAN itu hanya menanggapi untuk melihat endingnya. "Biarkan saja, kita lihat akhirnya saja," kata Darmadi Suhaimi.

Namun, dari kajian Opini Publik, partai politik memiliki tren cara sendiri dalam mengusung atau mendukung kandidat pada kontestasi Pilkada. Tren pertama yang  dipakai parpol saat ini yakni hasil Survei. 

"Ada tren parpol akan mengusung kandidat tokoh yang memiliki elektabilitas (tingkat keterpilihan) tinggi dan itu terjadi di Pilkada PALI dimana parpol berbondong-bondong mengusung petahana (Heri Amalindo) karena berdasarkan hasil beberapa lembaga Survey petahana memiliki elektabilitas tertinggi," ungkap Dewan Kajian Opini Publik Rumah Citra Indonesia (RCI) Fatkurohman, S Sos.

Tren kedua, mencuri panggung politik. Ada juga parpol termasuk tokoh di dalamnya ingin muncul di panggung politik saat momen kontestasi pilkada. Spiritnya bisa  motif jangka pendek maupun jangka panjang.  Hal ini bisa memunculnya figur alternatif di saat dukungan mengkerucut pada satu figur. 

Riak-riak ini menurut pria yang kerap disapa bung FK itu juga terjadi di Pilkada PALI dengan munculnya opini publik calon alternatif di luar poros petahana yakni pasangan Devi Hariyanto - Darmadi Suhaimi koalisi Kader Demokrat - PAN. Bahkan publik dikejutkan dengan beredarnya surat dukungan PAN ke Petahana namun kepastian surat tersebut masih tarik ulur dengan munculnya pemberitaan Demokrat akan menggandeng PAN di Pilkada PALI.

Dari sisi opini publik ada positif negatifnya. Positifnya jika benar, pemilih di Kabupaten PALI akan disuguhkan kandidat alternatif sekaligus menguji kualitas kepemimpinan petahana selama 5 tahun ini yang diprediksi lembaga survei bakal terpilih kembali.

"Kemudian memberikan pendidikan politik sekaligus kaderisasi kepemimpinan lokal ditubuh parpol dan menggerakkan mesin politik parpol diluar kontetasi pemilu," ujar Alumni FISIP Unsri ini.

Negatifnya, munculnya inkosistensi parpol dalam hal ini PAN dalam mengusung kandidat di Pilkada PALI dengan beredarnya dukungan dengan fakta opini publik yang muncul. Mengenai hal ini akan diuji oleh publik mengenai langkah politik yang akan diambil. 

"Jika memang terjadi ada kepemimpinan alternatif diluar poros petahana yakni koalisi PD - PAN, publik akan menguji langkah terebut. Dalam demokrasi, jika publik tidak suka maka pemilih berhak menghukumnya. Namun bisa jadi justru sebaliknya akan diapreasiasi publik dengan langkah tersebut walaupun inkonsisten apalagi jika mampu mengimbangi suara petahana," kata Bung FK.

Selain itu, sejumlah tokoh masyarakat juga menyayangkan sikap PAN yang seolah tidak konsisten. "Sebagai masyarakat kami sangat menyayangkan sikap partai politik yang seperti itu. Ya kami tahu itu hak parpol untuk mencabut dukungan, namun sikap tidak konsisten itu sangat disayangkan. Apalagi PAN termasuk partai yang sudah lama dalam berpolitik. Apalagi surat dukungan itu kami tahu juga sudah lama diberikan, yakni bulan Maret 2020 lalu. Kami berharap yang terbaik untuk kabupaten PALI," kata Tugio Yuwono, tokoh masyarakat asal Talang Ubi.

Reporter : Eko Jurianto Editor : Zul Mulkan 641