loader

Global Forest Watch: Kebakaran di Konsensi Sawit Sumsel Terendah Secara Nasional

Foto

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Anung Riyanta, pengurus GAPKI cabang Sumsel membenarkan sawit sering diisukan sebagai penyebab kebakaran hutan dan lahan yang mengakibatkan bencana kabut asap. Padahal faktanya, Global Forest Watch me-release data bahwa kebakaran di konsesi perkebunan di Sumsel hanya 2% atau terkecil se Indonesia, rata - rata nasional 11%.

"Ini data dan fakta, yang ngomong bukan kita, Global Forest Watch," ujarnya mewakili Ketua GAPKI Cabang Sumsel Alex Sugiarto dalam konferensi pers terkait Andalas Forum II, 13 - 14 Februari 2020 di Hotel Harper Palembang, Selasa (4/1/2020).

Didampingi Ketua Dewan Pengarah, Hary Hartanto, Anung melanjutkan, prestasi tersebut bukan tanpa perjuangan keras, GAPKI Sumsel bekerja sama dengan Dinas Perkebunan Sumsel melatih TOT manajer - manajer kebun. Selanjutnya diwajibkan melatih regu pemadam kebakaran (RPK) kebun dan masyarakat sekitar yang tergabung dalam kelompok tani peduli api (KTPA).

"Selain dilatih, KTPA bentukan perusahaan juga difasilitasi Sarpras Dalkar (Sarana dan Prasarana Pengendalian Kebakaran). Bersyukur nampaknya berpengaruh positif, kebakaran dikonsesi sawit Sumsel terendah secara nasional," katanya.

Prestasi atau apa yang terjadi sebenarnya di industri kelapa sawit ini akan diungkap dalam Andalas Forum II di Hotel Harper Palembang, 13-14 Februari mendatang. "Itulah tujuan dan harapan dengan digelarnya Andalas Forum untuk menyampaikan apa yang dituduhkan tidak benar," kata Ketua GAPKI Cabang Sumsel, Alex Sugiarto.

Diketahui, Andalas Forum II akan dilaksanakan 13 - 14 Februari 2020 dengan lingkup kegiatan berupa seminar dan pameran. Penyelenggaraan kali ini mengangkat tema “Sustainability: Implementation & Promotion” dengan beberapa topik seminar yang mencakup materi “People, Planet & Profits” yang akan membahas mengenai industri sawit seperti pembiayaan, sumber daya alam, kelembagaan dan isu-isu lingkungan, kebakaran lahan & hutan, gambut, deforestasi, pemberdayaan petani, dan ketenagakerjaan.

Share

Ads