loader

Tank “Harimau" Produksi Indonesia-Turki Diminati Banyak Negara

Foto

JAKARTA, GLOBALPLANET - Tank yang mempunyai nama Indonesia “Harimau” ini dirancang guna memenuhi kebutuhan militer Indonesia pada tank modern berbobot sedang.

Menurut Manajer Senior FNSS Nail Kurt, kendaraan Tank Harimau ini tidak hanya dikembangkan untuk Indonesia, namun juga untuk memenuhi kebutuhan Turki dan negara-negara sekutu.

Sebelumnya banyak negara tertarik membeli Tank Harimau. Antara lain, Filipina dan Brunei Darussalam yang akan membeli sekitar 40-50 unit. Bangladesh juga berminat akan tetapi belum diketahui jumlahnya.

Calon pembeli baru juga berminat banyak bahkan sudah masuk tahap negosiasi ekspor.

Kata Kurt, setelah menyelesaikan 18 unit tank pada akhir tahun lalu, Tank Kaplan MT akan memulai produksi massal. Menurutnya, prototipe akan dikirimkan menjelang akhir tahun dan pesanan yang tersisa sebagian besar akan diselesaikan pada tahun 2021.

“Harapan kami, Indonesia melanjutkan proyek ini dengan kecepatan penuh. Kami mengharapkan pesanan tambahan akan diterima tahun ini dan tahun depan,” katanya kutip Anadolu Agency Indonesia di Jakarta, Jumat (07/02/2020).

Kaplan MT digerakkan oleh roda penggerak belakang yang menghasilkan rasio power-to-weight sekitar 20HP/ton. Mesin mentransfer tenaga ini ke sistem penggerak, yang memiliki sistem suspensi enam roda, anti-guncangan dengan trek dua pin yang dipasang pada batang torsi.

Kaplan MT juga mempunyai platform teknologi modern yang canggih dengan daya tembak unggul, didukung oleh sistem manajemen medan perang dan sistem peringatan laser.

Menurut Kurt, tank tersebut lebih ringan daripada main battle tank, namun mempunyai kekuatan yang hampir sama. Sehingga, memungkinkan Tank Harimau ini beroperasi bersama pasukan infantri dengan mudah. Hal ini menambah daya tarik tank tersebut bagi konsumen global, dimana keunggulannya pada perang asimetris.

Kaplan MT akan dikembangkan dalam aspek kemampuan balistik, perlindungan anti-ranjau, daya tembak, dukungan infantri dan anti-tameng.

Tank Harimau, kata Kurt, merupakan produk yang unggul karena mudah dipindahkan ketika diperlukan, lebih ringan dan hemat dari main battle tank tetapi mempunyai kekuatan setara dengan main battle tank.

“Main battle tank membutuhkan biaya operasional besar. Kaplan adalah produk dengan daya pukul tinggi, memiliki perlindungan kuat, dengan pergerakan dan biaya operasi yang relatif rendah. Jadi menarik banyak perhatian,” ujarnya.

“Metode yang dikembangkan nanti bisa disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing negara. Oleh karena itu, kebutuhan negara lain segera dievaluasi berdasarkan produk ini. Banyak negara tertarik pada tank ini, dan merupakan kejutan bagi kami.”

Pihaknya memberikan transfer teknologi dan lisensi bagi Indonesia untuk berbicara dengan negara-negara lain yang akan menjadi mitra. Menurut Kurt, negara-negara yang tertarik untuk membeli Kaplan MT saat ini kewenangannya ada di Indonesia untuk menindaklanjutinya.

“Kami perlu lebih serius dalam bernegosiasi untuk suatu pengambilan keputusan, pengujian juga perlu dilakukan,” ujar Kurt.

“Jika salah satu negara membeli tank ini, maka kita akan melihat bagaimana ekspor produk yang dikembangkan oleh dua negara sahabat ini ke negara ketiga tersebut,” sambungnya.

Kerjas ama ini, bagi Turki akan menjadi contoh yang baik yang bisa diterapkan dengan negara mitra lain.

“Ini adalah pendekatan yang sangat rasional bahwa 2-3 negara bersama-sama mengembangkan produk yang tidak akan membatasi, saling mendukung, dan berbagi biaya awal,” sebut Kurt.

 

 

Sumber : Hidayatullah

Share

Ads