loader

Pengelola Tempat Rekreasi, Restoran Dan Hotel Diimbau Waspada Virus Flu Burung

Foto

PALEMBANG, GLOBALPLANET - "Meskipun ini wabah yang sudah biasa tapi kita tetap koordinasi pihak-pihak pengelola restoran, hotel, tempat rekreasi, tempat wisata agar mengantisipasi penyebaran virus yang belakangan mewabah," ujarnya, Kamis (13/2/2020).

Untuk itu pihaknya melakukan koordniasi dengan pihak tempat hiburan mewaspadai gejala-gejala virus yang lagi heboh, yang menonjol saat ini virus Corona yang menggemparkan dunia dan virus Flu Burung yang baru-baru ini muncul di Palembang yang menyebabkan ratusan ekor ayam mati secara mendadak.

Ia mengaku sejauh ini tak ada laporan soal wisatawan yang terpapar virus tersebut ketika berkunjung di Palembang

"Pengelola kami harap dapat melengkapi tempatnya dengan alat pendeteksi, alat penceghaan, dan pengobtaan. Bahkan kalau perlu sediakan can call centre sehingga bila ada pasien yang terpapar bisa dirujuk," tandasnya.

Sebelumnya, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palembang kembali menerima laporan ratusan unggas yang mati secara mendadak, pada Senin (10/2) lalu.

Unggas milik warga itu diduga disebabkan oleh penyebaran virus flu burung yang juga mematikan ratusan unggas di kecamatan yang sama pada awal Januari lalu.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palembang, Sayuti, yang saat itu langsung meninjau kandang milik warga yang berada di Kelurahan Kalidoni, Kecamatan Kalidoni mengatakan, matinya ratusan ayam tersebut positif terkena flu burung, mengingat hasil tersebut harus melewati uji laboratorium terlebih dahulu, namun dari ciri-ciri yamg dilihat dugaan matinya unggas mengarah pada penyakit avian influenza atau flu burung.

“Kami mendapatkan laporan dari warga ada banyak ayam mati disini, jadi kami cek dan nanti akan di ambil sampel nya untuk di uji coba di laboratorium. Sebelumnya hal serupa juga terjadi di dua tempat di Palembang, namun hanya satu yang berhasil diuji yaitu di Sekojo dan hasilnya positif terkena flu burung,” jelasnya.

Untuk mencegah virus ini meluas, Sayuti mengaku akan terus memberikan sosialisasi kepada warga melalui RT, dan mengerahkan penyuluh di seluruh kecamatan. Mengingat sejak awal tahun adal 3 laporan kasus flu burung yang terjadi di kota Palembang.

“Jika ditemukan kasus serupa, masyarakat kami himbau untuk langsung mengubur bangkai unggas itu atau di musnahkan dengan cara dibakar dan bila menemukan ayam-ayamnya sakit cepat ditangani. Ayam yang sakit dipisahkan dengan yang sehat agar tidak menyebar luas. Bagi peternak juga kami siap untuk memberikan vaksin dan cairan disinfektan untuk membunuh bakteri dikandang, dengan syarat melapor penyuluh kita ada di setiap kecamatan,” pungkasnya.

Share

Ads