loader

Politik Digital bagi Pemilih Pemula Sebagai Wujud Partisipasi dalam Pemilu

Foto

INDONESIA - adalah negara demokrasi, yang memerlukan partisipasi dari masyarakat. Misalnya, mulai dari pemilihan presiden atau wakil presiden serta pemilihan wakil rakyat di daerah atau pusat, sangat diperlukan partisipasi berupa suara dari masyarakat sebagai perwujudan dari demokrasi itu sendiri. 

Tingkat demokrasi di suatu negara diukur berdasarkan partisipasi dari masyarakatnya. Jika di suatu negara tersebut memiliki partisipasi yang sangat tinggi atau budaya politiknya terbilang aktif, maka baiklah demokrasi di suatu negara tersebut dan sebaliknya jika demokrasi di suatu negara tersebut rendah, maka kurangnya demokrasi atau partisipasi di negara tersebut.

Di era sekarang, anak muda sangat berkaitan erat dengan digital. Terutama media sosial seperti facebook, telegram, twitter, instagram dan media sosial lainnya seolah tidak lepas dari kehidupan anak muda sekarang. Dengan media sosial seseorang bisa mengetahui informasi secara digital tentang peristiwa apa yang terjadi. Kehadiran media sosial saat ini menjadikan komunikasi politik sangat lebih muda diakses, tersampaikan secara langsung, dan interaktif.

Remaja sering dikategorikan sebagai kelompok yang sangat berkaitan erat dengan media digital atau yang sering disebut sebagia media sosial. Dengan adanya politik digital melalui media dianggap dapat meningkatkan partisipasi khususnya generasi milenial karena bukan hanya untuk memberikan berbagai jenis informasi tetapi juga dapat memberikan pengetahuan tentang calon 2024 nanti, sehingga pemilih dapat mengetahui dan membuat keputusan untuk memilih. 

Jika membicarakan sistem digital maka tidak akan terlepas dari perkembangan teknologi. Teknologi digital memiliki peranan dalam dunia politik, yakni bagaiman cara seorang tokoh politik dapat melakukan komunikasi politik yang baik dan tepat. Di sisi lain, Internet Indonesia terus mengalami perkembangan dengan baik dari jumlah penggunaan maupun teknologi. Dimulai dengan 1% dari total populasi pada tahun 1998, hingga penetrasi internet Indonesia telah melampaui 50% dari total populasi di Indonesia. 

Pada januari 2021, jumlah pengguna internet di Indonesia tercatat sebanyak 202,6 juta, dan jumlah pengguna internet di Indonesia terus meningkat dalam lima tahun terakhir. Jika dibandingkan dengan tahun 2018, saat ini jumlah penggunaan internet nasional sudah melonjak sebesar 54,25. Sementara itu tingkat penetrasi internet di Indonesia mencapai 73,7% dari total penduduk pada awal 2022. Tercatat, total penduduk Indonesia berjumlah 277,7 juta orang pada Januari 2022. Artinya perkembangan pengguna internet di Indonesia terus mengalami perkembangan yang sangat baik. 

Hingga saat ini, politik digital ini juga dapat menjadi sarana bagi remaja generasi milenial untuk membentuk kelompok online melalui media sosial, yang di dalamnya mereka dapat menyampaikan pendapat dan pemikiran politik melalui tulisan serta memberikan kritik atau komentar dan pesan yang akan disampaikan melalui media online. Karena Media sosial memberikan kesempatan kepada pemilih untuk segera membalas atau merangsang diskusi politik secara online. 

Adapun dampak negatif dari penggunaan media digital ini adalah banyaknya berita hoaks yang menyebar. Oleh karena itu, kita harus berhati-hati ketika menerima suatu Informasi dan harus diteliti dan dicari sumbernya terlebih dahulu. Seperti dalam kutipan di Twitter, “Informasi Tidak Benar” menyebar 6 kali lebih cepat dan jumlahnya 10-20 kali lebih banyak dari pada “Informsi Benar”. (Tim Peneliti MIT,2019). Dan itulah tantangan Misinformasi dan Disinformasi yang harus di waspadai bagi masyarakat maupun kaum milenial.

Jadi dengan hadirnya perkembangan teknologi sistem digital ini telah memicu perkembangan garis komunikasi baru bagi kaum milenial. Karena melalui teknologi dapat memberikan kesempatan bagi setiap orang, termasuk pemilih pemula untuk dapat mengungkapkan pendapatnya atau mencari informasi tentang politik dan juga dapat memberikan kesan positif kepada kaum milenial karena dapat menambah wawasan atau edukasi tentang politik khusunya bagi pemilih pemula (kaum Milenial).


Nama : Iis Afrida
Mahasiswi UIN Raden Fatah Palembang 

 

 

Disclaimer: Artikel dan isi tanggung jawab penulis

 

 

Share

Ads