Berita :: GLOBALPLANET.news

Kabid P2P Agustia Ningsih SKM MKes. (Foto: Ferry)

19 Januari 2020 15:12:14 WIB

LAHAT, GLOBALPLANET - Dinas Kesehatan Kabupaten Lahat mencatat, kendati belum sepenuhnya positif, pada awal tahun 2020 sudah ada 36 warga Lahat terserang penyakit demam berdarah (DBD ). Curah hujan yang tinggi pada saat ini, rupanya sangat mendukung bagi nyamuk Aedes Aegypti untuk berkembang biak. Mengingat nyamuk pembawa virus dengue ini, bersarang di genangan air yang jernih di sekitar rumah.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Lahat, Ponco Wibowo SKM MKes, melalu Kabid P2P, Hj Agustia Ningsih SKM MKes mengimbau, masyarakat bisa disiplin melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN red), dengan cara menerapkan 3M+, miniman satu minggu satu kali. Mengingat perkembang biakan nyamuk penyebab demam berdarah ini, hanya butuh waktu satu minggu untuk menetas dan menyerang manusia. 

"Masyarakat kita ini taunya kalau sudah ada terserang DBD, pasti meminta fogging. Padahal yang lebih efektif itu perilaku hidup bersih dan sehat. Kalau fogging hanya membunuh nyamuk dewasa saja, kalau PSN ini kan tujuannya agar memberantas sarang nyamuk," kata Agustia Ningsih, Minggu ( 19/1/2020)

Untuk itu, Agustia Ningsih mengajak masyarakat lebih perduli terhadap kebersihan lingkungan. Menerapkan 3M+, tidak menumpukkan atau menggantung pakaian usai digunakan. Menanam tanaman pengusir nyamuk seperti lavender, dan memelihara ikan pemakan jentik nyamuk bagi yang punya kolam. 

"Hal sederhana seperti menggantung pakian kotor ini, sering disepelakan, padahal bisa jadi pemicu karena nyamuk suka bersembunyi disna. Kalau untuk pasca banjir, belum ada laporan korban banjir terserang DBD," sampainya. 

Reporter : Ferry Andhika Editor : M.Rohali 242