loader

Pemkot Palembang Siap Bantu UMKM Terdampak Covid-19

Foto

PALEMBANG, GLOBALPLANET - "Kedelai yang jadi bahan baku pembuatan tempe untuk sekarang ini, sehari bisa 250 kg kedelai. Biasanya sebelum pandemi corona sekitar 300 kilogram," ungkap Sasmuni.

Selain bahan baku yang dikurangi, ia juga mengeluhkan harga kedelai yang tinggi. Namun mau tak mau meski kacang kedelai harganya tinggi produksi tetap berjalan.

Dalam satu hari ia dibantu empat karyawan memproduksi 50 tempe batangan plastik dan  daun pisang sebanyak 20 bal. Dijual di Pasar 10 ulu, Jakabaring, Kilometer 12, dan sejumlah pasar tradisional lainnya. "Kesulitan kami lainnya adalah permodalan, kalau kacang mahal kadang naiknya tinggi tapi tetap produksi," tandasnya.

Sementara itu Wakil Wali Kota Palembang Fitrianti Agustinda di Palembang mengatakan, Pemerintah Kota Palembang memberikan bantuan pinjaman modal tanpa bunga bagi 4.000 pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang terdampak pandemi Covid-19.

Bantuan yang diberikan nilainya beragam mulai dari Rp3 juta dengan tenor selama satu tahun. “Banyak pelaku UMKM yang usahanya sepi karena lebih sering tutup. Oleh karena itu, kami coba salurkan bantuan modal tanpa bunga dan agunan bagi UMKM,” kata Fitri.

Adapun syarat yang harus dipenuhi jika ingin mengajukan pinjaman, yakni orang yang pinjam dana kurang dari 60thn, usia masa produktif. Dan Tidak punya pinjaman di bank, yang belum terbayar atau blacklist.

"Pinjaman modal Rp3juta tanpa modal dan tanpa agunan. Kalau bisa meminjam lebih dari itu, bank Palembang bisa membantu dengan bunga KUR sekitar 6 persen," pungkasnya.

Share

Ads