loader

BNNP Sumsel Bersama Tim Gabungan Merazia Wilayah Kenten Laut, Sita 511 gram Sabu

Foto

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Selatan (Sumsel) bersama tim gabungan melakukan operasi terpadu penyisiran dikawasan diduga menjadi lokasi rawan peredaran Narkotika, Jumat (7/11/2025) pagi di Kenten Laut, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin.

Dengan kekuatan personel 150 orang, yang terdiri dari BNNP Sumsel, Ditresnarkoba Polda Sumsel, Polres Banyuasin, Brimob Polda Sumsel, Pomad Kodam II Sriwijaya, Ditsamapta Polda Sumsel, juga BNNK OKI dan OI.

Kepala BNNP Sumsel, Brigjen Pol Hisar Siallagan S.I.K mengatakan, kegiatan ini dilakukan karena adanya informasi atau pengaduan masyarakat yang masuk ke BNNP Sumsel agar ada penindakan oleh BNNP Sumsel di desa mereka.

"Pada saat kita tiba di sana dan turun, masyarakat sangat senang. Apalagi ini sudah meresahkan masyarakat disana," ujar Brigjen Pol Hisar Siallagan memimpin pers rilisnya, Jumat (7/11) dikantor BNNP Sumsel.

Masih katanya, sebelum melakukan penindakan operasi terlebih dahulu melakukan penyelidikan dan menentukan 8 titik sasaran yang terletak di Jalan Pangeran Ayin, Kenten Laut, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumsel.

"Dari hasil razia terpadu dilakukan ditemukan barang bukti (BB) narkotika maupun non narkotika, dengan jumlah yang diamankan untuk orang sebanyak 22 orang terdiri dari 19 laki - laki dan 3 orang perempuan. Diantaranya ada 20 orang positif golongan 1 dengan laki - laki 17 dan perempuan 3 orang yang positif mengkonsumsi narkoba golongan 1," bener Brigjen Pol Hisar Siallagan.

Sementara, 1 orang positif mengkonsumsi Benzo laki - laki, dan 1 orang negatif. "Jadi dari 22 orang tersebut, 1 orang negatif," tambahnya.

Masih katanya, operasi terpadu langsung dipimpin Kepala BNNP Sumsel, didampingi Kabid Berantas, Intelijen, dan Dir Narkoba Polda Sumsel, Kombes Pol Yulian Perdana. "Ini menunjukkan keterpaduan kita BNNP Sumsel dan Polda Sumsel bersama - sama bersinergi dan juga melibatkan semua stakeholder yang ada untuk mengantisipasi, mengatasi, permasalahan ancaman narkoba," kata jenderal bintang satu ini.

Lebih jauh katanya, dari BB yang didambakan ada terdapat 8 tempat kejadian perkara (TKP). "TKP 1 ada dihalaman rumah kosong ditemukan 1 bungkus klip, 1 buah alat hisap (bong), 1 unit hp, ini akan kita perdalam lidiknya untuk pengungkapan yang lebih lagi," ungkapnya.

Di TKP 2 ditemukan di sebuah bedeng 4 pintu berupa 2 unit hp, 2 KTP, 1 KTP sementara, dan TKP 3 ditemukan 3 bungkus sedang diduga narkotika jenis Shabu berat bruto 511 gram,  1 hp, 1 DVR CCTV, 1 sepeda motor PCX, "Shabu disembunyikan didalam motor tersebut, cctv juga akan kita perdalam pergerakan orang didalam rekaman CCTV untuk bahan Lidik," jelas dia.

Kemudian ditemukan juga dompet kuning, 3 buku tabungan, struk transfer. TKP 4 ditemukan di sebuah warung ada, KTP, password, fave, dan 2 pirek, "Ini ada warung yang menjual pirek memang tidak menjual Shabu tetapi fasilitas untuk orang mengkonsumsi narkoba disediakan oleh warung tersebut. Tidak kena pasal tetapi diimbau untuk tidak lagi menjual barang tersebut," tegasnya.

TKP 5 ditemukan 1 bungkus klip, foto copy KTP, dan TKP 6 ditemukan sebuah rumah panggung berupa 3 buah alat hisap, pipet, "Disini kita amankan ada 6 orang dan semuanya positif, ditemukan juga 4 korek gas, 2 hp, 1 paket diduga Shabu dalam kotak coklat," bebernya.

Selanjutnya, TKP 7 ditemukan bekas korek api, 4 buah alat hisap, 1 botol bong, 3 plastik klip bening, 1 timbangan digital, 2 hp, 2 dompet, 1 KTP, dan TKP 8 dibawah jembatan Kenten Laut terdapat 1 buah kantong kuning, berisi 3 buah plastik klip dan banyak plastik klip bekas Shabu, 2 alat hisap, 2 korek api, 1 bungkus kotak rokok kosong.

"Kegiatan ini baru kita laksanakan masih kita perdalam pemeriksaan, kita akan lakukan termasuk kaitan dengan BB yang disita dengan terduga dan tersangka dari 22 orang diamankan ini," tandasnya.

Ahmad Teddy Kusuma Negara

Share