loader

Kreatif, Boneka Barbie Berbalut Aesan Gede, Pakaian Adat Khas Palembang

Foto

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Aesan Gede memiliki warna cerah dan mewah yang berasal dari kain songket khas. Sherlly mengaplikasikan pakaian adat tersebut ke boneka barbie sebagai kerajinan mahar pernikahan dan aksesoris yang cantik.

Ia mengaku hobi membuat kerajinan adalah kegemarannya sejak lama, bahkan ibu rumah tangga berusia 32 tahun ini pada awalnya sering membawa hasil kerajinannya berupa kerajinan kain flanel ke kantor di tempat ia dulu bekerja. Sejak dari situ hasil karya buatannya cukup digemari orang sampai akhirnya muncul niat untuk terjun ke dunia usaha.

"Awal-awal itu tahun 2010 setelah selesai kuliah saya bekerja sebagai tenaga honorer di Kabupaten Banyuasin. Sesekali bawa hasil kerajinan ke kantor, banyak yang suka. Terus tahun 2018 kepikiran buat inovasi baru dari ikut pameran Asian Games. Muncul ide untuk buat barbie pakai baju adat Palembang. Biasanya barbie pakek baju ala Eropa ini saya buat bajunya dari songket biar banyak orang tahu Aesan Gede," tutur Sherlly ketika dibincangi, Minggu (15/3/2020).

Selain untuk pengembangan usaha, tujuan lain adalah memperkenalkan Aesan Gede ke mancanegara dan luar negeri. Sekarang, hasil kerajinannya sudah terjual sampai Kalimantan.

Kini ia memiliki toko kerajinan tangan bernama 3A D'Art yang berlokasi di Jalan Swadaya RT 46, Pakjo, Kecamatan Alang-Alang Lebar. Penjualan juga dilakukan secara online lewat Instagram @Galerimahar_Palembang.

Sherlly menerangkan, dalam pembuatan baju Aesan Gede yang dipakai boneka barbie juga membutuhkan desain mendetail. Mulai dari mengaplikasikan hiasan di atas kepala, kalung, gelang serta ikat pinggang pengantin.

"Jadi manik-manik buat kalung, hiasan renda untuk di kepala barbie, pita sebagai daun pandan di kepala pengantin perempuan, dan payet aksesoris untuk sepatu dan di baju sebagai ikat pinggang dan keris bagi pengantin pria," terangnya.

Alumni Universitas Muhammadiyah Palembang ini mengungkapkan, selama proses pembuatan barbie Aesan Gede. Dirinya mengalami kesulitan saat membuat desain baju hingga memodifikasi songket dengan kombinasi yang cocok. Kain yang dibuat ia dapat berasal dari bahan limbah/sisa kain konveksi.

"Pertama kali buat dua bulan satu pasang berbie baru selesai. Sekarang sehari bisa dua pasang selesai. Susahnya karena gak ada tutorial dan cuma liat gambar baju aja, ukuran dan motif bener-bener otodidak mempelajari bentuk detail Aesan Gede.  Salah potong songket pernah, makanya perdana bikin makek flanel dulu. Setelah berhasil baru beli kain songket dari sisa penjahit kadang juga dikasih gratisgratis," bebernya.

Setelah hafal pola dan cara membuat hingga mendetail, kini dalam satu hari ia bisa menyelesaikan 2 pasang barbie pengantin yang akan dimasukkan kedalam bingkai berbagai ukuran. Untuk hiasan pun ia memakai daun-daun kering seperti klokot jagung, buah palm, sangkar padi, dan akar wangi.

"Sepasang boneka barbie Aesan Gede dijual Rp200 ribu, sementara ketika sudah menjadi mahar dan souvenir harganya beragam mulai Rp500 ribu sampai Rp1,5 juta tergantung ukuran," pungkasnya.

 

Share