loader

Efek Rapid Antigen, ASITA Sumsel Terima Laporan Refund Tiket

Foto

PALEMBANG, GLOBALPLANET. - Hal ini diungkapkan Ketua Association of The Indonesian Tours and Travel (ASITA) Provinsi Sumatra Selatan Anton Wahyudi, Rabu (23/12/2020).

Efek yang dimaksud adalah penumpang/ pengguna jasa travel agent banyak yang memilih refund tiket karena harus menambah biaya rapid antigen.

"Secara keseluruhan jika dihitung-hitung masyarakat banyak yang melakukan refund (pengembalian uang) dari tiket yang sudah dipesan mencapai ratusan milyar yang tercatat ASITA se-Indonesia," ungkap Anton, ketika dikonfirmasi.

Meski ia belum bisa menyebut secara gamblang berapa jumlah pengusaha travel agent di Sumsel yang pengguna jasanya memilih melakukan refund, tapi sejumlah laporan tersebut sudah ia terima dari beberapa pengusaha.

"Sumsel angkanya saya belum terlalu hapal sementara ini belum saya cek dengan kawan-kawan pengusaha travel agent. Tapi memang sudah ada yang mengeluh sejak kebijakan rapid antigen diterapkan karena klien mereka melakukan refund tiket," jelasnya.

Dibandingkan dengan tarif rapid antibodi yang relatif terjangkau, kebijakan rapid antigen ini memiliki kelemahan dari sisi tarifnya yang bervariatif mulai dari Rp200.000 hingga Rp350.000 untuk satu orang.

"Sedangkan masyarakat ini kalau liburan pasti bersama keluarga, jadi mereka harus bayar dobel. Tiket dan rapid antigen," tandasnya.

Ia berharap pemerintah dapat mensosialisasikan dahulu kebijakan rapid antigen ini sebelum diputuskan.

"Paling tidak pasca masa liburan tahun baru, kebijakan dikembalikan ke awal. Rapid antigen tetap ada tapi minimal harus menyertakan surat rapid antibodi saja," tegas dia.

Share

Ads