loader

Belum Banyak Poktan Sawit Ikut Sertifikasi RSPO

Foto

MEDAN, GLOBALPLANET. - Hal itu dikatakan oleh Ardiansyah, konsultan Mutu Agung, sebuah lembaga survei di Indonesia, dalam keterangan resmi kepada media, Kamis (31/12/2020).

Karena itu dia angat berharap kepada seluruh asosisasi petani sawit agar berperan untuk menggerakkan kegiatan sertifikasi bagi petani kelapa sawit swadaya. 

Hal ini pun pernah ia sampaikan saat menjadi pembicara secara virtual dalam acara pelatihan pemahaman standar RSPO SCCS versi 2020, Senin-Selasa (21-22/12/2020).

Pelatihan itu diselenggarakan oleh Mutu Institut milik Mutu Agung, dihadiri perwakilan perusahaan sawit dan Poktan sawit seluruh Indonesia.

"Sudah banyak kelompok tani yang menjadi anggota RSPO dan menikmati manfaatnya. Namun peserta sertifikasi RSPO masih kecil di Indonesia," kata Ardiansyah.

Dengan demikian, ini menjadi tantangan semua pihak untuk mewujudkan proses sertifikasi RSPO. Pihaknya menyatakan siap untuk membantu para petani kelapa sawit untuk bisa ikut proses sertifikasi RSPO.

Meskipun, ujar Ardiansyah, tantangan saat ini cukup besar, yakni merebaknya wabah pandemi Covid-19. "Namun dengan metode virtual kita masih bisa melakukan sosialisasi RSPO," kata Ardiansyah.

Secara terpisah, Muchtar Sinaga SP MM, yang menjadi salah satu peserta dalam pelatihan itu mewakili unsur perusahaan sawit, juga mengajak para petani untuk membentuk kelompok kecil dan menjadi peserta sertifikasi RSPO atau ISPO.

"Tujuannya agar kelapa sawit berkelanjutan dapat tercapai sesuai dengan harapan," ujar Muchtar Sinaga. 

Ketua DPD Asosiasi Sawitku Masa Depanku (SAMADE) Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara ini menambahkan, dengan sertifikasi nantinya mutu dan dampak lingkungan kebun sawit milik para petani dapat menjadi lebih baik lagi.

Kata dia, hal ini sangat penting guna menepis fitnah pihak Uni Eropa soal sawit nasional. Untuk itu ia berharap seluruh pemangku kepentingan, baik pihak industri maupun pemerintah agar bersedia memberikan pendampingan kepada para petani.

"Dengan demikian harapan petani sawit agar kebun mereka menjadikan kebun sawit yang berkelanjutan dapat terwujud, dan berdampak pada naiknya tingkat kesejahteraan petani," tegas Muchtar Sinaga SP MM.

Share

Ads