loader

Cangkang Sawit Jadi Sumber Pembangkit Listrik

Foto

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Pemerintah juga meningkatkan ketahanan energi nasional melalui peningkatan bauran EBT serta mendukung penuh target penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 29 persen pada 2030.

Menurut International Energy Agency (IEA), Energi Baru Terbarukan (EBT) adalah energi yang berasal dari proses alam yang diisi ulang secara terus menerus dan secara berkelanjutan dapat terus diproduksi tanpa harus menunggu waktu yang lama (jutaan tahun) layaknya energi fosil.

Beberapa jenis contoh sumber EBT yaitu biofuel, biomassa, panas bumi, pembangkit listrik tenaga panas bumi, pembangkit listrik tenaga angin, surya atau energi matahari, dan pasang surut gelombang laut.

Adapun jumlah PLTA yang sudah beroperasi di Indonesia yaitu 6.297, kemudian PLT Surya berjumlah 86, jumlah PLT Panas Bumi sebanyak 1.698, dan PLT Bioenergi berjumlah 1.812.

Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) Mohammad Abdul Ghani mengaku telah memanfaatkan EBT sebagai sumber energi utama yang digunakan untuk operasional industri perkebunan.

”Total produksi listrik berbasis EBT di PTPN Group sebesar 318 MW atau setara 1.831.680 Mwh per tahun. Dari 318 MW energi yang dihasilkan maka potensi pengurangan emisi (dekarbonisasi) sebesar 1,9 juta ton CO2 per tahun,” kata dia, Selasa, 12 Oktober 2021.

Share

Ads