loader

Ngopi Masa GAPKI Sumsel Diskusikan Fasilitasi Pembangunan Kebun Masyarakat

Foto

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Pola kemitraan perusahaan perkebunan sawit dengan masyarakat sekitar terus menjadi perhatian baik pemerintah maupun pengusaha. Terbaru disebut Fasilitasi Pembangunan Kebun Masyarakat atau FPKM.

GAPKI Cabang Sumatera Selatan secara khusus membahas pola kemitraan ini dalam diskusi Ngobrol Pintar Masalah Sawit atau Ngopi Masa dengan tema "Fasilitasi Pembangunan Kebun Masyarakat" di Excelton Hotel Palembang pada Kamis (21/3/2024).

Peraturan dan pola kemitraan perkebunan sawit dengan masyarakat terus diperkuat dengan tujuan membangun kemitraan yang kuat antara pengusaha dan petani atau masyarakat sekitar. 

"Dalam sosialisasi FPKM di Bali yang dibuka Dirjenbun. Dalam diskusi Dirjenbun sampaikan dengan FKPM ingin menjaga iklim investasi dan berusaha yang kondusif," ujar Ketua GAPKI Cabang Sumsel Alex Sugiarto dalam sambutan pembuka diskusi.

Diskusi menghadirkan pembicara Kepala Dinas Perkebunan Sumsel Agus Darwa diwakili Kepala Bidang Kelembagaan Usaha Perkebunan Ikhwansyah dengan penanggap Kadis Perkebunan dan Peternakan OKI Deddy Kurniawan.

Terwujudnya kemitraan yang baik dan menguntungkan semua pihak tujuannya menghindari konflik seperti penjarahan hingga pembakaran karena menuntut plasma atau FKPM.

"Kita bersyukur di Sumsel tidak ada penjarahan. Tapi pencurian ada, padahal kemitraan terutama anggota GAPKI seperi Wilmar sudah 100 persen," kata Alex.

Menurutnya, terdapat beberapa kendala dalam realisasi kemitraan FPKM, antara lain pemahaman masih berbeda, pengawasan pemenuhan FPKM belum maksimal, belum diterapkan sanksi, kendala lahan.

"Kendala lahan harus tidak menjadi kendala, karena dalam pola FKPM dapat dilakukan kemitraan dalam bentuk lain misal membangun peternakan sapi, sawah dan sebagainya," katanya.

 

 

Share

Ads