loader

Palembang Berubah Kembali ke Zona Oranye

Foto

PALEMBANG , GLOBALPLANET. - Juru bicara Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palembang, Yudhi Setiawan menyebut, indikator bahaya Covid-19 mulai membaik sesuai data nasional dari indikator epidemiologi, surveilans kesehatan masyarakat dan indikator pelayanan kesehatan.

"Risiko bahaya Covid-19 Palembang menurun jadi zona oranye dari skoring update hitungan data mingguan yang terus diperbarui. Sekarang statusnya risiko sedang dengan rate 1,9 sampai 2,4," ujar Yudhi, Minggu (23/8/2020).

Adanya penurunan zona wilayah tersebut turut dipengaruhi jumlah sample pemeriksaan Covid-19 yang positif berkurang. Serta faktor masyarakat disiplin menjaga kesehatan dengan standar operasional prosedur untuk menekan penularan Covid-19.

"Sample pemeriksaan sempat menurun atau angka positivity rate rendah dengan persentase kurang dari 5 persen keseluruhan sampel orang yang diperiksa," kata dia.

Sementara itu anggota Tim Ahli Epidemiologi Provinsi Sumsel Dr Iche Andriani Liberty mengungkapkan, kota Palembang sudah beberapa kali berganti zona (merah ke oranye) ini hal wajar karena disebabkan masyarakatnya yang punya mobilitas tinggi. Sehingga berakibat pada trend kasus yang dinamis.

"Yang tentu ini berdampak pada perubahan warna peta risiko. Dari sistem pelayanan kesehatan saya rasa Kota Palembang sudah punya sistem yang baik untuk menangani semua kasus," ungkapnya.

Kendati demikian, menurutnya, kepatuhan masyarakat akan protokol kesehatan harus dapat dijamin agar kasus dan kluster baru tidak muncul.

Sehingga salah satu kebijakan yang disarankan adalah Pemkot harus mengeluarkan Perda terkait Pendisiplinan Protokol Kesehatan yang sejalan dengan Inpres nomor 6 tahun 2020.

"Sepengetahuan saya ini sedang disusun, Kita berharap agar secepatnya dapat disahkan dan kemudian disosialisasikan serta dikampanyekan kepada masyarakat secara luas," pungkasnya.

Share

Ads