loader

Hj Percha Mengaku Lega, Anak-Anak Korban Kebakaran Kembali Ceria

Foto

LAHAT, GLOBALPLANET. - Hal itu dilakukan untuk memberikan dukungan psikologi dan membangkitkan serta menumbuhkan kembali semangat anak-anak pasca terjadinya musibah tersebut.

"Dari awal kita ingin memiliki niat ingin memberikan kebahagiaan, perhatian dan dukungan untuk meningkatkan kembali semangat anak-anak yang terdampak dan trauma atas musibah kemarin," kata Percha.

Dia menilai, saat ini kondisi anak-anak yang berada di lokasi musibah kebakaran tersebut sudah cukup baik.

"Jika dilihat, kondisi anak-anak sudah cukup baik. Setidaknya upaya ini dapat mengurangi trauma atas musibah itu. Dan alhamdulillah juga masyarakat menyambut baik kegiatan ini," papaprnya.

Upaya trauma healing dilakukan Percha yang bekerjasama dengan Dinas Perpustakaan Provinsi Sumsel dan beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya tersebut diberikan melalui berbagai kegiatan seperti menyanyi bersama, mendengarkan dongeng, wawasan nusantara, menulis dan menggambar. Cerianya para anak-anak korban kebakaran ini membuat Hj Percha lega apalagi melihat  aktifnya mereka  mengikuti sejumlah permainan yang disajikan. 

"Kita melakukan kegiatan yang membangun motorik anak sehingga motorik mereka terlatih dan cepat melupakan trauma atas musibah itu," tutur wanita yang akrab dipanggil Titi ini.

Selain melakukan kegiatan tersebut, anak-anak tersebut juga mengikuti lomba mewarnai dan kuis pengetahuan. Anak-anak yang menjadi juara dan bisa menjawab pertanyaan akan mendapatkan hadiah berupa sepeda, alat perlengkapan sekolah.

Sebagai Duta Literasi, Percha sendiri sejak awal memang memberikan perhatian khusus terhadap kemajuan anak-anak dengan membuat sejumlah program. Program literasi tersebut, diharapkan dapat menjadi sarana untuk para generasi muda dalam menggapai cita-cita.

"Kita berharap generasi muda, generasi muda akan dapat meraih cita-cita dengan gerakan dan program literasi semacam ini. Sejak awal saya ditunjuk sebagai Duta Literasi, saya langsung berkeliling Sumsel untuk mengetahui kondisi yang ada. Bahkan kita juga mengukuhkan Duta Literasi di Kabupaten dan Kota agar program yang dibuat dapat dengan cepat menyebar," terangnya.

Dia menyebut, literasi bukan hanya berfokus pada membaca dan menulis, namun juga bagaimana penerapannya di lapangan.

"Bukan hanya menulis dan membaca namun juga bagaimana pemahaman dan praktek di lapangan dari hasil membaca dan menulis itu juga harus dilakukan sehingga dapat bermanfaat bagi masyarakat lainnya," jelasnya.

Kepala Dinas Perpustakaan Provinsi Sumsel  Fitriana mengatakan trauma healing yang diadakan di Kabupaten Lahat ini merupakan inisiasi langsung dari Duta Literasi Sumsel Hj Percha Leanpuri.

"Ini inisiasi ibu Percha sekaligus juga bentuk perhatiannya kepada masyarakat yang terdampak musibah kebakaran ini. Kami berharap masyarakat tetap semangat di tengah kondisi seperti ini," katanya.

Dia menuturkan, pemerintah sendiri tidak akan tinggal diam disaat ada masyarakatnya yang tertimpa musibah.

"Pemerintah akan berupaya semampunya membantu masyarakat. Pak Gubernur juga telah berkomitmen untuk selalu ada untuk masyarakatnya," tegasnya.

Share

Ads