Berita :: GLOBALPLANET.news

Suasana stand GAPKI Sumsel bersama Dinas Perkebunan provinsi Sumsel ditengah Festival buah yang berlangsung di Griya Agung. (Foto: Rachmad Kurniawan)

13 Januari 2020 07:45:00 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Kehadiran stand Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Sumsel bersama Dinas Perkebunan provinsi Sumsel ditengah

Festival buah yang berlangsung di Griya Agung (10-12 Januari), hal itu dimanfaatkan oleh Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Sumsel bersama Dinas Perkebunan provinsi Sumsel untuk memberikan informasi kepada masyarakat terutama pengunjung soal kelapa sawit.

Anung Riyanta, pengurus GAPKI Sumsel menerangkan, pihaknya menyediakan buku-buku penjelasan terkait isu lingkungan, isu kesehatan yang menyerang kelapa sawit.

"Melalui acara ini kami mempromosikan dan meyakinkan masyarakat bahwa isu sawit merusak lingkungan, sawit menyebabkan kebakaran dan kekeringan, itu sama sekali tidak benar. Itu adalah strategi orang luar sebagai bentuk perang dagang. Karena sawit selalu menang persaingan ketimbang minyak bunga matahari, minyak jagung, dan kedelai," tutur Anung ketika dijumpai, Minggu (12/10/2020).

Isu kesehatan juga menimpa kelapa sawit yang disebut-sebut dapat menimbulkan resiko diabetes dan kardiovaskular, Itupun tidak benar, Anung menegaskan sejumlah hasil penelitian membuktikan hal tersebut.

Salah satunya, hasil penelitian Bovet et al tahun 2009 bahwa penduduk pulau Seychelles saat ini mengalami peningkatan risiko penyakit kardiovaskuler dengan konsentrasi kolesterol dan hipertensi yang tinggi.

"Tim penulisnya menyimpulkan peningkatan tersebut akibat meningkatnya konsumsi daging dibandingkan konsumsi ikan. Serta penurunan konsumsi minyak goreng sawit yang digantikan dengan minyak jagung," bebernya.

Hasil penelitian ini juga memperlihatkan peningkatan jumlah penderita diabetes. Dalam 15 tahun perubahan konsumsi minyak goreng tersebut (30% penmgkatan untuk perempuan, 50% untuk lakilaki). 

Namun pengamatan tersebut dimungkinkan karena pengaruh dari meningkatnya kondisi obesitas dan tekanan darah, bukan karena secara langsung berhubungan dengan penurunan konsumsi minyak sawit. 

"Selain Bovet di tahun 2007, 2011, dan 2014 ada 4 peneliti luar negeri yang meneliti soal konsumsi minyak sawit dan kaitannya dengan diabetes mellitus tipe II. Hasilnya, kandungan minyak sawit tidak berkaitan dengan risiko diabetes, justru sebaliknya," tutupnya.

Ditempat yang sama Rudi Arpian Kabid Pengolahan dan Pemasaran hasil perkebunan Dinas Perkebunan provinsi Sumsel menambahkan, ada sejumlah tanaman yang memiliki manfaat beragam seperti Porang, dan turunan Kelapa Sawit. "Selain hasil kebun kami juga menampilkan kopi-kopi khas Sumsel," katanya.

Reporter : Rachmad Kurniawan Editor : M.Rohali 230