Berita :: GLOBALPLANET.news

Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Irwan saat dibincangi awak media disela -sela kunjungan kerja ke Makodim 0401/Muba, Rabu (8/7/2020). (Foto: Ist)

08 Juli 2020 17:46:00 WIB

MUBA, GLOBALPLANET - Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Irwan menegaskan penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan di Provinsi Sumsel dan Jambi harus sinkron dan tidak boleh berjalan sendiri -sendiri.

"Saya sudah ke sana (Jambi) untuk memastikan dan berkoordinasi dengan Kapolda dan Danrem 042 Garuda Putih agar antara Sumsel dan Jambi harus sinkron karena tidak bisa sendiri - sendiri," ujar Jendral bintang dua ini saat dibincangi disela -sela kunjungan kerja ke Makodim 0401/Muba, Rabu (8/7/2020).

Hal itu harus dilakukan mengingat tahun lalu kebakaran besar terjadi di daerah Muara Medak Kecamatan Bayung Lencir Kabupaten Musi Banyuasin Sumsel. Daerah tersebut sulit dijangkau lantaran harus melalui Provinsi Jambi untuk sampai ke lokasi.

"Saya memastikan satuan kita dalam rangka menghadapi Karhutla, karena kita daerah rawan, Muba itu di Banyung Lencir. Tahun kemarin kebakaran di sana berbulan bulan tidak mati - mati. Harus melintasi Kabupaten Muaro Jambi menuju ke Muara Medak, Musi Banyuasin," kata dia. 

Dalam penanganan Karhula ini, kata dia, pihaknya telah memulai sejak dua bulan lalu yakni mengadakan patroli dan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran dalam membuka lahan karena menimbulkan dampak berbahaya, baik lingkungan maupun kesehatan.

"Semuanya sudah berjalan, namun setelah apel beberapa waktu lalu kita tingkatkan lagi, anggota sudah masuk pos dan menetap. Kalau kemarin mereka keluar masuk lokasi saat patroli. Sekarang kita tetapkan disana bersama Manggala Agni, Polri, BPBD, Sat Pol PP dan masyarakat melakukan patroli," jelas dia.

Dengan begitu, jika muncul titik api dapat ditangani dengan cepat, sehingga tidak menimbulkan kebakaran yang lebih luas lagi. "Jadi saat api masih kecil langsung dimatikan. Sehingga tidak besar seperti tahun lalu yang membuat kita babak belur, ada 50 alat berat untuk memotongnya pun sulit," kata dia.

Reporter : Amarullah Diansyah Editor : Zul Mulkan 190