Berita :: GLOBALPLANET.news

Kepala Balai Prasarana Wilayah Permukiman Sumsel Ahmad Irwan Kesuma. (Foto: rachmad Kurniawan)

27 Juli 2020 15:10:10 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Balai Prasarana Wilayah Permukiman Sumatera Selatan menunggu Detail Engineering Design (DED) yang dibuat Pemkot Palembang untuk penataan kawasan kumuh di lingkungan dekat bantaran sungai.

Kepala Balai Prasarana Wilayah Permukiman Sumatera Selatan, Ahmad Irwan Kesuma mengatakan, untuk meningkatkan kualitas kawasan kumuh di 28, 29, dan 30 Ilir telah teralokasi anggaran Rp7,8 miliar.

Akan tetapi, Direktorat Pengembangan kawasan permukiman Kementerian PUPR RI meminta agar penataan kawasan kumuh semakin masif, maka nilai pembangunan tersebut didorong hingga di atas Rp10 miliar di kawasan tersebut.

"Sekarang kami tengah mengkombinasikan DED kawasan 28, 29, dan 30 Ilir dengan keinginan Pemkot Palembang untuk penataan di ruas Sekanak kerihin. Karena DED Sekanak kerihin sudah disusun Pemkot Palembang. Harapannya ada ruas Sekanak kerihin yang masuk delineasi (rancangan peta) kawasan kumuh. Jadi bisa kita tangani, untuk membantu Pemkot dalam menata kawasan Sekanak kerihin," tutur Irwan usai rapat bersama Pemkot Palembang di Ruang Parameswara, Senin (27/8/2020).

Kemudian adalagi skema pembangunan kota metropolitan di Jakabaring yang Deleneasinya di Sungai Kedukan, Karangblango dan Kelurahan Tuan Kentang. Meski Karangblango dan Tuan Kentang sudah ada penurunan luasan wilayah kumuh, Balai Permukiman tidak bisa melakukan pekerjaan karena lahan belum bebas.

"Jadi DED yang kita susun belum bisa optimal, karena sudah ada pembangunan dari Bank Indonesia di Tuan Kentang yang menyentuh DED kita. Kalau mau bangun lagi harus ada Rekomtek dan di Review DED-nya kemudian harus ada penyesuaian bentuk lagi. Karang Blango lahannya belum bebas karena yang tinggal bukan pemiliknya, jadi kami tak bisa masuk lokasinya dekat pasar 10 Ulu luasnya kurang lebih 10 hektar," jelasnya.

Saat ini pihaknya melanjutkan satu lokasi di Sungai Kedukan yang sebelumnya sudah dilakukan verifikasi luasan kawasan kumuhnya 17 hektar. "Kami mohon Pemkot Palembang untuk menyiapkan DED, Masterplan dan segera dibebaskan lahannya," ujarnya.

Di tempat yang sama Asisten II Setda Palembang, Anshori menambahkan, untuk pengentasan wilayah Kumuh Sekanak Kerihin dianggarkan Rp19,6 miliar dari Balai Prasarana Wilayah Permukiman Sumsel.

Mengenai lahan untuk Sungai Kerihin sudah dibebaskan hanya tersisa beberapa perbaikan dan tinggal pelaksanaan. "Jalurnya dari Jembatan sekanak ini sampai Masjid Suro yang dianggarkan, realisasinya kalau tidak halangan tender di Bulan Oktober 2020 jadi pekerjaan fisiknya dimulai Januari 2021," katanya.

Reporter : Rachmad Kurniawan Editor : Zul Mulkan 77