Berita :: GLOBALPLANET.news

Foto: Doc

03 November 2020 18:19:00 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET. - Persoalan Karhutla di Indonesia telah menjadi polemik yang tak berkesudahan dan hampir setiap tahun terjadi ketika memasuki musim kemarau. Hal ini dibahas Rio Christian dalam bukunya "Strategi Menangani Perkara Kebakaran Hutan dan Lahan."

Di dalam buku karya Rio Christiawan menjabarkan apa-apa saja langkah dalam menangani bencana tahunan ini. 

"Perlu ditegaskan tidak mudah menentukan titik lokasi karhutla, tidak mudah dideteksi karena api muncul di bawah tanah. Apalagi dideteksi oleh pemilik konsesi kelapa sawit dan perkayuan," ungkap Rio Christiawan dalam Zoom Meeting bedah buku yang digelar Majalah Sawit Indonesia, Selasa (3/11/2020). 

Oleh sebab itu perlu adanya tindakan preventif yakni analisis hotspot dan patroli dua aspek tersebut saling terkait karena menyangkut kepentingan pembuktian. 

"Analisis peta hotspot menunjang pemeriksaan atau membantu kita dalam mengungkap kebenarannya. Karena seringkali lokasi karhutla ketika di cek kembali ternyata ada kekeliruan atau salah lokasi. Oleh karenanya perlu melibatkan dan partisipasi masyarakat sekitar termasuk pengurus desa, " jelasnya. 

Peralatan dan Organisasi Damkar yang membantu penanggulangan dan mencegah karhutla. Adanya peralatan dan organisasi damkar menunjukkan adanya itikad baik pada pengelolaan konsesi. 

"Seandainya terjadi kebakaran dapat meringankan posisi pemegang konsesi. Karhutla bisa disebabkan kesengajaan atau bukan kesengajaan (cuaca), dan Iompatan api dari luar konsesi sehingga diperlukan bagaimana caranya memanage api agar tidak lompat ke konsesi," tuturnya. 

Di dalam Zoom Meeting ini turut menjadi narasumber yakni, Agus purnomo Managing Director Sustainability Sinar Mas Agribusiness and Food PT Smart Tbk, Ir Gulat Manurung Ketua Umun DPP APKASINDO, dan Bunga Meisia Siagian Victimolog. 

Reporter : Rachmad Kurniawan Editor : Erik Oktasubadra 134