loader

Tangkis Tudingan Negatif, Pemprov Sumsel Komitmen Menata Kebun Sawit

Foto

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan lewat penyusunan rencana aksi daerah kelapa sawit berkelanjutan atau RAD-KSB, berkomitmen untuk menata arah pembangunan perkebunan kelapa sawit. Kepala Dinas Perkebunan Sumsel Agus Darwa mengatakan penyusunan rencana itu diperlukan untuk mengatasi polemik di sektor perkebunan sawit.

Diketahui, RAD-KSB merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2019 tentang rencana aksi nasional kelapa sawit berkelanjutan (RAN-KSB) tahun 2019—2024.

“Adanya RAN KSB dan RAD KSB salah satunya untuk mengatasi polemik yang selalu muncul di tingkat internasional, yakni bahwa sawit merugikan lingkungan, seperti rakus air, rakus hara dan lainnya,” katanya dalam keterangan pers terkait lokakarya penyusunan RAD-KSB Sumsel, Rabu (27/7/2022).

Menurut Agus, pihaknya telah menyamakan data dan menyamakan persepsi terkait penataan dan masa depan perkebunan sawit di Sumsel. Sehingga, kata dia, kelapa sawit menjadi tanaman utama yang tidak merusak sistem dan lingkungan.

Dia menambahkan bahwa pihaknya mendapat dukungan dari berbagai pihak untuk menyusun rencana aksi tersebut. Salah satunya ICRAF Indonesia lewat program lahan untuk kehidupan.

Peneliti Manajemen Kebijakan Data Icraf Indonesia, Tania Benita, mengatakan perencanaan komoditas strategis secara berkelanjutan perlu didorong agar dapat mengurangi dampak negatif industri perkebunan pada lingkungan.

Share

Ads

Berita Pilihan

Terpopuler