loader

Corona 'Mengigit', Harga Emas Melejit

Foto

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Awal tahun 2020 pasar perdagangan berjangka dikejutkan dengan lonjakan harga emas pasca serangan Iran ke pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Irak pada Rabu pagi, 8 Januari 2020. Harga emas spot melonjak 2,22% ke US$ ke US$ 1.609,41/troy ons dari harga penutupan perdagangan di hari sebelumnya pada US$ 1.575,37/troy ons.

Kendati sempat melandai kembali pada 31 Januari 2020 ke level US$ 1.589,8/troy ons, namun pada perdagangan Rabu, 19 Februari 2020, harga emas kembali bangkit ke level US$ 1.603,77/troy ons, menguat 0,13% di pasar spot.

Harga logam mulia ini telah mencapai level penutupan tertinggi sejak Maret 2013 atau tertinggi dalam 7 tahun terakhir, seperti dilansir dari CNBC. Para analis dan pelaku pasar meyakini bahwa lonjakan harga emas bisa berlanjut atau tetap stabil di level sekitar US$ 1.600/troy ons dalam beberapa bulan, sekalipun nilai tukar dolar AS dan pasar saham menguat.

Wabah virus corona yang melanda Tiongkoksejak Januari lalu dan telah menewaskan hampir 2000 orang serta menyebar ke beberapa negara telah mempengaruhi ekspektasi pertumbuhan ekonomi global.

Hantu resesi pun menggentayangi hingga terjadi pemangkasan proyeksi pertumbuhan ekonomi di sejumlah negera seperti Jerman, Singapura dan Jepang. Imbas melesatnya harga emas, PT Rifan Financindo Berjangka (RFB) cabang Palembang mengalami pertumbuhan kinerja yang positif sebanyak 80% transaksi di perdagangan berjangka RFB Palembang ada di logocold atau kontrak emas berjangka.

Total volume transaksi RFB Palembang hingga Januari 2020 meningkat 95,61% menjadi 33.645 lot dibandingkan Januari 2019. Sementara dari sisi volume transaksi bilateral mencapai angka sebesar 81,68% menjadi 27.525 lot, dan volume transaksi multilateral tumbuh sebesar 198,54% menjadi 6.120 lot secara year to year.

Pimpinan Cabang RFB Palembang, Eko Budhi Prasetyo mengatakan bahwa selalu ada peluang dibalik tantangan. Salah satunya adalah momen pergerakan harga emas sekarang. namun secara umum, sikap perusahaan menunjukkan keprihatinan yang mendalam atas situasi yang terjadi akibat wabah virus corona yang menerjang saat ini.

“Namun demikian, berbicara pasar sulit dipungkiri emas merupakan produk investasi yang selalu diburu ditengah situasi yang sedang volatile karena sifatnya yang safe heaven. Ketika dollar melemah maka emas akan naik, atau ketika ada gejolak resesi di beberapa negara, dan peristiwa besar yang membuat masyarakat dunia cemas, emas juga akan naik, demikian analisa sederhananya,” pungkas Eko kepada globalplanet.news.

Dengan kondisi harga emas yang diprediksi masih akan terus positif sampai akhir tahun 2020, Eko mengungkapkan RFB Palembang semakin optimis meraih target volume transaksi sebesar 215.059 lot dan 720 nasabah baru di tahun ini.

“Edukasi, sosialisasi dan promosi akan kembali kami jalankan dalam menarik nasabah baru. Salah satu bentuk implementasi nanti, kami akan melaksanakan program edukasi baru yaitu trading class untuk masyarakat umum dan calon nasabah mengenai seluk beluk trading,” pungkasnya.

Share

Ads