loader

Tahun Kedua Pandemi, Sawit Tetap Dapat Diandalkan

Foto

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Cabang Sumsel Alex Sugiarto mengatakan, selama pandemi dan PPKM, kegiatan operasional industri kelapa sawit baik di kebun dan pabrik relatif berjalan normal dengan disiplin dan konsisten menjalankan protokol kesehatan.

"Juga melakukan berbagai efisiensi dan realokasi anggaran sesuai denga skala prioritas, agar bisa survive," ujarnya.

Alex menyebut, produksi sawit di paruh pertama tahun kedua pandemi meningkat. Secara nasional produksi CPO dan CPKO semester 1 - 2021 diperkirakan (data resmi per Juni 2021 blm release) sebesar 24,5 jt ton, lebih tinggi sekitar 4,2% dibanding semester 1 - 2020 sebesar 23,51 jt ton. "(dari jumlah itu), Share Sumsel terhadap produksi nasional di kisaran 7-8%," katanya.

Selain operasional berjalan normal dan produksi meninglat, Alex mengungkapkan harga CPO relatif baik namun perlu tetap waspada karena volatilitas harga masih sangat tinggi.

Menurutnya, terdapat beberapa faktor harga CPO masih relatif baik. Pertama, meningkatnya permintaan dunia, karena kondisi konsumsi paska pandemi yang mulai membaik. Kedua, beberapa negara penghasil minyak nabati mengalami kekeringan/kemarau ekstrim. Ketiga, adanya kenaikan harga minyak nabati lain seperti kedelai, sehingga pembeli beralih ke CPO.

"Kelima, persediaan CPO Malaysia mengalami penurunan karena lockdown sehingga kesulitan tenaga kerja di kebun sawit," ucapnya.

Secara nasional volume ekspor CPO dan CPKO semester 1 - 2021 diperkirakan (data resmi per Juni 2021 blm release) sebesar 15,7 jt ton, lebih tinggi sekitar 1,3% dibanding semester 1 - 2020 sebesar 15,5 jt ton.

Untuk nilai ekspor minyak sawit Sumsel acuannya adalah data BPS. Namun sebagai catatan, ekspor minyak sawit Sumsel biasanya tidak langsung melalui pelabuhan di Sumsel tetapi via Lampung, Dumai, Belawan maupun Batam. "Jadi terkadang perusahaan sawit Sumsel menjual secara lokal ke buyer di Lampung, Medan, Riau dan lainnya," katanya.

Negara tujuan ekspor sawit yang utama adalah China, India, Pakistan, Bangladesh, Timur Tengah, Afrika, Mesir, USA, dan EU. Volume ekspor minyak sawit ke negara-negara ini bisa mencapai 80% dari ekspor Indonesia.

Share

Ads