loader

Amankan Natal dan Tahun Baru, Ini Strategi Basarnas Palembang

Foto

PALEMBANG, GLOBALPLANET. - Kepala Basarnas Palembang Hery Marantika SH Msi yang membacakan amanat kepala Basarnas Pusat mengatakan siaga SAR Khusus personel Basarnas agar selalu memperhatikan ketentuan khusus terkait Covid-19. 

Dimana posko mandiri yang memperhatikan fasilitas sesuai protokol Covid-19, koordinasi bersama gugus tugas, menjalankan siaga sesuai rencana yang telah ditentukan, memberikan laporan kepada Kabasarnas secara berkala, dan berkoordinasi dengan instansi ataupun potensi SAR terkait.

Sebanyak 81 personil disiapkan dalam siaga SAR khusus saat ini, dimana penempatan posko mandiri berada di Kantor Pencarian dan Pertolongan Palembang, Pos Pagaralam, Unit Siaga Musirawas, Unit Siaga OKU Timur, serta Tol Palembang-Lampung. 

Sementara itu untuk wilayah Bandara SMB II Palembang dan objek wisata dilaksanakan melalui pemantauan dan koordinasi oleh tim rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Palembang. 

Hal serupa juga dilakukan di seputaran pelabuhan-pelabuhan yang berada di Palembang, diantaranya Boombaru dan Tanjung Api-api.

Pada kesempatn tersebut, usai memimpin Apel, Hery Marantika menjelaskan bahwa siaga dimulai sejak hari ini hingga tanggal 4 Januari 2021. "Ada pengaturan baik personil maupun alut yang ada di wilayah kerja kami, sekaligus berkomunikasi dengan potensi SAR," terang Hery.

Ia juga mengatakan bahwa ada juga antisipasi pada hal-hal penting, misalnya jika terjadi bencana tanah longsor maupun banjir, mengingat meningkatnya curah hujan dan angin kencang di hampir seluruh wilayah Sematera Selatan.

Mendukung Pemerintah Provinsi Sematera Selatan di bidang pariwisata, Kantor Pencarian dan Pertolongan Palembang telah berkoordinasi dengan pengelola pariwisata serta unsur SAR yang terlibat di dalamnya. 

"Pengawasan di objek wisata kami lakukan sewaktu-waktu agar bisa antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan," tutup Hery.

Diperkirakan puncak arus masuk keluarnya wisatawan yang memanfaatkan waktu libur panjang yakni tanggal 23 Desember 2020 dan 3 Januari 2021. Pengguna transportasi darat maupun udara tentunya akan mengalami peningkatan, begitu pula pada beberapa objek wisata yang ada di Sumatera Selatan. Kondisi itu harus diantisipasi dengan meningkatkan kesiapsiagaan dan penempatan personil secara mobile (patroli). 

Share

Ads