PALEMBANG, GLOBALPLANET.news - Terutama bagi Kota Palembang yang telah menerima jatah 29 ribu-an vial vaksin COVID-19 dan telah menjalani masa penyuntikkan.
Kota Palembang dan Prabumulih menjadi zona merah COVID-19 di Sumatera Selatan sementara, sedangkan 13 daerah lainnya berada di zona oranye.
"Zona merah Palembang dan Prabumulih per 17 Januari dinilai berdasarkan pembobotan skor 14 indikator pada saat transisi tahun 2020 - 2021 atau sebelum vaksinasi COVID-19 dimulai. Secara keseluruhan minggu kedua, ketiga dan keempat Desember 2020 memang kasus meningkat, baru menurun mulai minggu pertama Januari 2021, jadi wajar kalau di peta masih merah," tutur Iche ketika dibincangi Globalplanet.news.
Menurutnya masyarakat harus memahami jika vaksinasi yang baru dimulai 13 Januari 2021 oleh Presiden RI Joko Widodo tidak secara langsung menghentikan penyebaran COVID-19 karena dilaksanakan bertahap dalam waktu panjang, sehingga protokol kesehatan harus tetap dijaga sampai kekebalan kelompok mencapai 70 persen.
"Sebagian masyarakat mungkin memandang ini adalah upaya Pemerintah kita untuk menghentikan penularan COVID-19 secara bertahap. Tapi masyarakat di seluruh Kabupaten/Kota Sumsel mesti paham, jangan jadikan ini membuat kita lalai prokes," tegasnya.
Kesadaran ini harus tetap ditanamkan masyarakat sampai paling tidak pencapaian jumlah masyarakat yang divaksinasi sudah di atas 70 persen.
Tidak hanya masyarakat, ia juga mengingatkan sektor kesehatan untuk tetap mengoptimalkan tracing, testing dan treatment (3T) ditengah upaya vaksinasi agar positivity rate dapat ditekan hingga lima persen.
"Tiga sisi harus berjalan bersamaan yaitu 3T, vaksinasi dan 3M, jika jomplang salah satu saja maka upaya menekan kasus tidak akan selesai," tambahnya.
Meski demikian menurutnya pengendalian COVID-19 memang masih memiliki persoalan utama yakni rendahnya tingkat uji swab (testing) yang tidak sesuai standar WHO (1/1.000 penduduk perminggu), selain itu tingkat positvity rate masih relatif tinggi di kisaran 27 persen.
17 Kabupaten/Kota harus kompak memenuhi standar testing itu agar penyebaran COVID-19 bisa ditekan, kata dia, tidak hanya bertumpu pada daerah-daerah tertentu saja karena hingga saat ini mayoritas daerah di Sumsel masih konsisten berada di zona oranye atau wilayah resiko sedang.
Data Satgas Sumsel per 20 Januari 2021 mencatat total konfirmasi positif mencapai 13.336 kasus, ia khawatir penambahan kasus bisa kembali signifikan mengingat dimulainya program vaksinasi membuat masyarakat merasa sudah boleh bebas beraktivitas.
"Saran saya bagi Pemerintah Kabupaten/Kota evaluasi terus penerapan prokes yang berjalan di masyarakat. Kalau mau ini terkendali, vaksin, 3T, dan 3M harus jalan beriringan," pungkasnya











