PAGARALAM, GLOBALPLANET - Saat datang ke Kota Pagar Alam, pendaki dari luar daerah baik Palembang, Bengkulu, Lampung bahkan pulau Jawa bisa dipastikan selalu datang dan pamit kepada Antoni Umar, atau kerap dipanggil para pendaki Ayah Anton.
Bagaimana tidak, selain dapat beristirahat dibalai di belakang rumah yang disiapkan Ayah Anton, para pendaki dari luar Kota Pagar Alam kerap mendapat nasehat dan petuah dari beliau. Hal ini tidak lain untuk keselamatan para pendaki itu sendiri pada saat naik ke Puncak Dempo.
Termasuk kepada Wartawan GLOBALPLANET.news, Ayah Anton semasa hidupnya pernah memberikan nasehat sebelum naik ke Puncak Gunung Dempo. Beliau pada saat itu berpesan jika naik kepuncak dan berada dijalur pendakian apa yang dilihat jangan diungkapkan kepada siapapun.
"Jika melihat hal aneh saat mendaki, jangan diceploskan atau diungkapkan. Cukup diketahui sendiri," katanya.
Kemudian, jelas Ayah Anton pada saat itu, saat sedang mendaki jangan gagah-gagahan atau sok hebat. Hal itulah yang kerap membuat pendaki celaka karena alam perlu dihormati.
"Kalau naik ke Puncak Gunung Dempo jangan asal ngomong. Kalau bahasa sini Gumbus. Sok gagah dan petantang petenteng juga dapat berakibat fatal. Sebab, didunia ini semua harus dipercayai baik yang nyata maupun yang halus," pesan Ayah Anton.
Bapak para pendaki Gunung Dempo ini sudah kembali menghadap sang khalik Jumat (12/3) sekitar pukul 05.00 WIB. Beliau meninggal diusia 78 tahun dan juga meninggalkan sejuta kenangan indah dihati para pendaki.
Ayah Anton merupakan sosok yang murah senyum dan selalu hangat terhadap siapa saja. Beliau juga aktif diberbagai organisasi seperti pramuka, orari dan lainnya. Selamat jalan Ayah Anton, matahari itu kini tenggelam dibalik puncak Gunung Dempo.











