loader

September, Hari Tanpa Banyangan Terjadi Lagi di Sumsel

Foto

PALEMBANG, GLOBALPLANET.news - Hal ini diungkapkan Koordinator Data dan Informasi Stasiun Klimatologi Klas I Kenten, Nandang Pangaribowo ketika dihubungi, Minggu (14/3/2021). 

"Fenomena ini (tanpa bayangan) terjadi dua kali dalam setahun, dimana terjadi peralihan matahari dari utara ke selatan. Ini diperkirakan akan terjadi lagi di bulan September tapi tanggalnya saya belum tahu," ungkap Nandang.

Dia menerangkan, peralihan matahari dari lintasan itulah yang menyebabkan pergantian musim hujan dan kemarau. Selain itu, terjadinya hari tanpa bayangan adanya kulminasi dan menyebabkan bayangan benda tegak akan terlihat "menghilang", karena bertumpuk dengan benda itu sendiri. 

Maka itu, hari kulminasi utama dikenal juga sebagai hari tanpa bayangan. "Titik kulminasi matahari (Posisi terjauh) di wilayah Sumsel mulai tanggal 09 - 13 Maret 2021, jadwal untuk kota palembang pada pukul 12.10 WIB kemarin hari Sabtu," katanya.

Dia menerangkan cara pengukuran hari tanpa bayangan adalah dengan keluar dari rumah kemudian berdiri, bayangan akan tegak lurus dengan tubuh seperti berkumpul di satu titik. 

"Kalau tidak terhalang oleh awan fenomena akan terlihat jelas ketika kita berdiri atau meletakkan benda yang lurus kemudian bayangan tidak akan terlihat baik di sisi kiri dan kanan. Melainkan berada tepat dibawah objek (tubuh). Berbeda jika matahari ada di Utara maka bayangan akan ada di Selatan begitu juga sebaliknya," jelasnya. 

Sementara, bagi masyarakat dengan adanya fenomena tersebut tak ada yang perlu dikhawatirkan.

Share