PALEMBANG, GLOBALPLANET - “Apel kesiapsiagaan dilakukan setiap tahun, untuk melihat kesiapan personel dan peralatan, supaya lebih cepat, sehingga kerugian harta benda dan jiwa dapat dihindari. Personel penanggulangan selalu siap. Peralatan yang ada juga dalam kondisi baik," kata Bupati.
Dia mengingatkan agar personel yang ditugaskan terus meningkatkan Patroli bersama, monitoring di wilayah yang dinilai rawan bencana, untuk mencegah sedini mungkin terjadi kebakaran hutan dan lahan.
"Aktifkan terus Posko siaga darurat bencana di lokasi terdekat dengan daerah rawan bencana, baik yang disebabkan alam maupun non alam, dengan di lengkapi sarana dan prasarana yang cukup," imbuhnya.
Pencegahan dan penanganan pengendalian bencana tanggung jawab semua pihak, upaya ini akan berhasil apabila didukung dari berbagai pihak yang konstruktif dan komitmen yang kuat dari pihak terkait,ujarnya.
"Lakukan edukasi kebencanaan kepada masyarakat terutama di daerah rawan bencana. Juga lakukan secara berkala simulasi latihan penanganan bencana yang berkesinambungan,"tambahnya.
Enos juga menghimbau kepada instansi terkait agar melakukan langkah-langkah strategis dalam pengendalian bencana, dengan menyiapkan sumber daya yang selalu siap, kompak dan kuat dalam pengendalian bencana. Melakukan upaya pencegahan dengan cara penyuluhan dan sosialisasi seputar penanganan kebencanaan di masyarakat.
"Kedepan konsep pembangunan harus Berlandaskan pada aspek-aspek yang mengurangi resiko bencana, dengan melibatkan akademisi dan pakar untuk meneliti hal-hal yang mengurangi resiko bencana,"terangnya.
Apel ini dihadiri Wakil Bupati OKU Timur HM Adi Nugraha Purna Yudha SH, Kapolres OKU Timur AKBP Dalizon, SIK, MH, Dandim 0403 OKU 0304/OKU Letkol Arh Tan Kurniawan S. A. P. Mi, serta unsur Forkompida lainnya.











