PALEMBANG, GLOBALPLANET.news - "Ada sejumlah stretegi dan kebijakan dari Pemprov Sumsel untuk menstabilkan harga bahan pokok," ujar Kepala Dinas Perdagangan Sumsel, Ahmad Rizali.
Strategi tersebut yakni melakukan monitor secara rutin harga bahan pangan pokok. Bersinergi dengan Bulog dan distributor pangam untuk menyediakan stok selama enam bulan ke depan.
"Sampai saat ini harga masih relatif stabil, seandainya ada kenaikan pun masih dalam angka wajar. Namun, jika terjadi kelangkaan bahan pangan pokok, kita akan segera lakukan operasi pasar,” tutur Rizali
Kemudian pihaknya pun menurunkan Satgas Pangan yang dipimpin Kapolda Sumsel agar para pedagang maupun pihak terkait untuk tidak menimbun bahan pokok.
"Jika pedagang melakukan penimbunan juga percuma, karena saat ini bahan pangan cukup banyak, tidak ada gunanya menimbun. Tapi kalau soal harga naik, itu psikolog kita menjelang ramadan, namun nanti turun lagi,” kata Rizali.
Pemprov Sumsel akan menurunkan tim untuk terjun ke lapangan demi memantau harga dan stok pangan di pasar tradisional. “Rencananya ada dua tim yang diturunkan di Pasar KM 5 dan Pasar Soak Bato. Dengan peninjauan pasar ini akan tahu ketersediaan bahan pangan di wilayah kita,” ungkapnya.
Pihaknya juga bakal melakukan operasi pasar selama lima kali saat menjelang dan selama Ramadan berlangsung. “Untuk lokasi pelaksanaan operasi pasar akan dipusatkan di kantor kecamatan yang ada di Palembang. Untuk daerah lain, akan menyusul nantinya,” tutupnya
Sebelumnya, Gubernur Sumsel Herman Deru meminta Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sumsel serta Wali Kota dan Bupati se-Sumsel mengantisipasi lonjakan harga bahan pokok sepanjang Ramadan dan Idul Fitri.
Menurut dia, peran pemerintah daerah dibutuhkan saat momen seperti Ramadan, untuk memastikan harga dan pasokan dalam kondisi aman. Dengan demikian, perkembangan harga tidak dipengaruhi faktor psikologis.
"Seringkali masyarakat khawatir dengan kenaikan harga bahan pokok. Kalau perlu Wali Kota dan Bupati turun langsung tinjau harga dan stok yang ada di pasar. Sehingga tidak menimbulkan isu yang membuat kekhawatiran di tengah masyarakat," tandas orang nomor satu di Bumi Serasan Sekate ini.











