loader

Sadar Bahaya Covid-19, Buruh di Sumsel Tidak Gelar Demonstrasi Besar

Foto

PALEMBANG, GLOBALPLANET.news - Ketua DPD Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Abdullah Anang, mengatakan, pihaknya tidak melakukan aksi demonstrasi ke jalan lantaran mengikuti aturan Pemerintah untuk tifak menciptakan kerumunan, karena pandemi Covid-19 masih terjadi.

"Sekarang masih ada bahaya Covid-19, kami tidak mau menciptakan kerumunan yang berujung menjadi kluster. Jadi tak ada demo turun ke jalan. Tapi kami mempersilahkan anggota jika ada agenda lain bersama pihak perusahaan tempat mereka bekerja, buka bersama atau apalah misalnya," kata Anang.

Meski tidak melakukan aksi, Anang menegaskan, saat ini buruh masih menghadapi berbagai masalah, mulai dari sistem pengupahan yang berubah, PHK pekerja, jaminan sosial, serta hubungan Industrial yang belum maksimal. 

"PR pemerintah masih banyak, lalu pada May Day kali ini berbagai cara buruh merayakannya boleh dengan menyuarakan kesejahteraan tanpa menimbulkan kerumunan," katanya. 

Hal yang sama juga dikatakan Ketua Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera (KSBSI) Sumsel Ali Hanafiah, ia menjelaskan untuk tahun ini KSBSI Sumsel mengganti tradisi tahunan May Day dengan menggelar kegiatan sosial. 

"Pada May Day kami tidak turun ke jalan tapi menggelar bakti sosial di panti asuhan. Kemudian sore hari membagikan takjil di tiga lokasi berbeda, yakni Simpang 5 DPRD, simpang Polda Sumsel, dan dibawah Fly Over mengarah ke Bandara," tandas Ali. 

Share