loader

Cegah Pemudik, Pemkot Medan Berdayakan 2.100 Kepala Lingkungan

Foto

MEDAN, GLOBALPLANET.news - Bahkan, Pemkot Medan telah menyiapkan sejumlah posko pengawasan untuk memastikan tidak adanya aktivitas mudik saat lebaran. Bobby memastikan proses pengawasan terhadap para pemudik akan dilakukan secara massif, termasuk dengan memberdayakan 2001 kepala lingkungan di Medan.

"Pemerintah sudah melarang mudik, namun diperkirakan sebanyak 11 persen masyarakat melanggarnya. Karena itu kita terus melakukan sosialisasi dan pengawasan,” ujar Bobby dalam acara "Pulang Kampung Digital" yang digelar Detik Network secara virtual, Rabu (5/5/2021) sore.

Menurut Bobby, pulang kampung merupakan tradisi, namun bukanlah kewajiban, apalagi di kondisi pandemi saat ini yang terpenting adalah saling memaafkan. Selain itu, silaturahmi juga dapat dilakukan secara virtual. “Ayo, kita jaga kesehatan, laksanakan prokes. Jadikan pelajaran kejadian di negara sahabat India,” ungkap dia.

Lebih lanjut Bobby mengatakan, penutupan sementara Kesawan City Walk (KCW) dilakukan sementara untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri 1442 H dan mengantisipasi terjadinya konsentrasi masyarakat di KCW, terutama yang datang dari kawasan Bidangro. 

Sebab, ujar Bobby, Pemerintah Provinsi Sumut mengizinkan masyarakat yang bermukim di Medan, Binjai, Deliserdang dan Tanah Karo melaksanakan mudik pada masa larangan mudik berlangsung mulai 6-17 Mei mendatang.

"Penutupan ini bukan karena ada dibilang KCW ada melanggar protokol kesehatan. Kita pastikan, masalah pengamanan protokol kesehatan kita perketat terus. Seluruh pedagang kita vaksin, membuat jarak antar pedagang, pembatasan jam operasional. Kemarin, walau kita dibilang tutup jam 23.00 WIB, tapi jam 20.30 WIB sudah kita tutup pintu masuk ke KCW dan jumlahnya dibatasi tidak boleh lebih dari 350 orang yang masuk,“ kata Bobby.

Disebutkan KCW akan buka kembali setelah Lebaran. Hal ini karena Pemko Medan membatasi tempat-tempat wisata yang ada di Kota Medan agar pengunjungnya hanya 50 persen.

Share