PALEMBANG, GLOBALPLANET - Kepala UPTD Pelabuhan 16 Ilir Dinas Perhubungan Kota Palembang Muhammad Junaidi mengatakan, penutupan akses sudah dilakukan sejak H-1 pelarangan mudik.
"Rabu malam kami sudah pasang police line di semua titik dermaga 16 Ilir, nah di hari pertama larangan mudik pembatasan yang kami lakukan masih berjalan normal dan terpantau kondusif, " kata Junaidi, Jumat (7/5/2021).
Dia menegaskan pelarangan mudik berlaku bagi speedboat yang mengangkut penumpang, dan tidak berlaku bagi perahu ketek dan kapal yang mengangkut barang.
"Perahu ketek masih beroperasi karena hanya mengantar penumpang di dalam lingkup Kota Palembang misal mau nyebrang dan ke Pulau kemaro. Sementara kapal pengangkut barang sembako dan keperluan lain tak mungkin kami hentikan," jelasnya.
Kendati sudah dipasang police line, pihaknya mendapati dermaga di bawah Jembatan Ampera dipaksa jebol oleh serang speedboat pengangkut penumpang pada hari ini.
"Itu berawal dari beberapa sopir kapal speedboat asal Palembang yang menyandarkan kapalnya di dermaga. Dan rupanya diikuti oleh kapal lain, dan hari ini police line di dermaga tersebut dijebol. Pemandangan hari ini belasan kapal mengangkut penumpang lagi, " ungkapnya.
Personel gabungan sudah menginformasikan dan mengimbau kepada para sopir kapal speedboat untuk membubarkan diri dan tidak mengangkut penumpang sementara waktu. Namun nyatanya para sopir tetap bersikeras mengangkut penumpang dengan alasan ekonomi.
"Tapi kami mencegah jadi ricuh kami relakan saja, tapi petugas kami di posko terus memantau aktivitas disana, " tambahnya.
Agar tak menambah panjang kekacauan, pihaknya segera berkoordinasu dengan stakeholder terkait untuk menindak tegas sopir speedboat agar menaati aturan larangan mudik.
"Untuk mencegah ini terus berlanjut, kami masih tunggu koordinasi dengan pihak terkait apa bentuknya sanksi atau bagaimana," tutupnya.











